Yang Ditawarkan Para Kandidat Eselon II (5)

Adu Konsep ”Tukang” Insinyur

Open-Bidding
ILUSTRASI

CIREBON-Masing-masing posisi pada lelang jabatan eselon II menyisakan tiga kandidat. Begitu juga calon kepala dinas pekerjaan umum penataan ruang (DPUPR). Bagaimana gambaran program para kandidat? Tiga kandidat kepala DPUPR sudah punya program yang mereka siapkan. Tak ada istilah tidak siap. Posisi di DPUPR memang tidak main-main. Dinas teknis terbesar ini, punya porsi anggaran jumbo. Juga berperan penting dalam urusan infrastruktur. Juga mewujudkan Visi Misi Pemerintah Kota Cirebon.

Sehat, Hijau, Agamis, Tentram dan Inovatif (Sehati) menjadi visi dan misi pasangan Walikota Cirebon Nasrudin Azis dan Wakil Walikota Eti Herawati. Sebagai calon kepanjangan tangan, para kandidat DPUPR menjadikan visi misi itu sebagai acuan.

Meski tiap kandidat, mempunyai pandangannya masing-masing dalam menerjemahkannya jadi program. Tiga calon bos PUPR itu adalah Asep Abdul Mukti ST MSi, Syaroni ATD MT dan Ir Agung Sedijono MSi. Mereka bertiga masih menduduki jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah.

Agung Sedijono yang saat ini menjabat sebagai kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon, memfokuskan untuk mengelola ruang milik jalan (rumija). Menuju itu, diperlukan inovasi dan komitmen. “Rumija berwawasan lingkungan, produktif, efisien, dan efektif, sekaligus menyerap tenaga kerja,” katanya kepada Radar Cirebon.

Dikatakan dia, salah satu indikator sebuah kota dikatakan bersih, sehat, aman, dan nyaman, dapat dilihat dari kondisi rumija. Menurutnya, Kota Cirebon belum menunjukan kondisi rumija yang masih jauh dari harapan. Agung juga merujuk dan menjadikan Surabaya sebagai percontohan penataan rumija yang baik. “Meski diperlukan waktu yang tidak singkat untuk mensejajarkan dengan Surabaya. Kondisi ini menggelitik saya tentunya,” tuturnya.

Halaman: 1 2 3

Berita Terkait