Wujudkan Peduli Lingkungan, Warga Cibingbin Bersihkan Sampah di Sungai Cijangkelok

Bersihkan-sungai-cijangkelok-(1)
BERSIHKAN SUNGAI: Warga Cibingbin kerja bakti membersihkan Sungai Cijangkelok dari sampah, kemarin (7/6). Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

Menjaga lingkungan bersih merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah saja namun juga berbagai komponen masyarakat. Ini agar lingkungan tetap lestari dan hijau, serta terbebas dari banjir.

AGUS PANTHER, Kuningan

SEPERTI yang dilakukan Karang Taruna Desa/Kecamatan Cibingbin yang melakukan aksi bersih-bersih Sungai Cijangkelok, Minggu (7/7). Bersama ratusan siswa, Karang Taruna dan warga setempat bahu membahu membersihkan Sungai Cijangkelok dari tumpukan sampah.

Selama musim kemarau, banyak warga yang membuang sampah ke sungai. Sehingga, jika tidak segera dilakukan pembersihan, maka akan berdampak banjir ketika musim hujan.

Aksi membersihkan sungai tidak hanya diikuti kalangan pelajar dan Karang Taruna saja, namun juga ibu-ibu yang turut peduli dengan turun langsung membersihkan sampah.

“Kami sangat senang ada kerja bakti membersihkan sampah karena manfaatnya dirasakan masyarakat itu sendiri. Misalnya mencegah terjadinya banjir, serta juga menjauhkan dari biang penyakit. Selama musim kemarau, banyak warga yang membuang sampah ke sungai,” tutur sejumlah warga yang sedang ikut kerja bakti.

Tokoh masyarakat Desa Sukaharja, Ero Kuswara di sela-sela kerja bakti mengatakan, masalah sampah merupakan kepentingan bersama. Oleh sebab itu, dalam upaya menangani masalah sampah, perlu adanya kerja sama masyarakat dengan melibatkan berbagai elemen. Seperti pemuda, dan para relawan yang didominasi siswa dalam mengisi liburan sekolah.

“Kami hanya mengawali semoga ke depan ada perhatian dari pemerintah untuk menertibkan sampah. Sehingga tidak dibuang ke sungai serta lebih menyadarkan warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Lebih dari itu, Ero berharap perhatian pemerintah dengan menyediakan tempat pembuangan sampah (TPS). Karena selama ini minimnya tempat pembuangan sampah menyebabkan warga membuang sampahnya ke sungai.

“Alhamdulilah respons dari warga sangat bagus dalam membersihkan sungai. Ini merupakan bukti warga yang prihatin dengan banyaknya sampah di sungai dikhawatirkan menimbulkan bencana banjir. Semoga kegiatan seperti ini dapat dilakukan oleh warga lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Ero menambahkan, kegiatan kerja bakti membersihkan sampah dari bantaran sungai ini lebih kepada adanya kebersamaan silaturahmi antar sesama warga. Dan juga sekaligus sosialisasi kepada warga lainmya untuk tetap bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan serta tidak membuang sampah ke sungai.

“Banyak faktor yang membuat masyarakat membuang sampah ke Sungai Cijangkelok. Salah satunya tidak tersedianya tempat pembuangan sampah (TPS). Padahal produk limbah rumahan ini per harinya sangat besar. Tolonglah kepada pemerintah daerah untuk memikirkan adanya TPS, agar warga tidak membuang sampah ke sungai,” harapnya diamini warga lainnya. (*)

Berita Terkait