Wow, Mobil Dinas Pejabat Negara Senilai Rp147 Miliar

Untuk Pimpinan DPR, MPR, DPD, Menteri, sampai Mantan Presiden

Mobil-mobil jenis Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid untuk pimpinan DPR RI di halaman parkir kompleks Senayan, Jakarta.FOTO:IWAN TRI WAHYUDI/FIN

JAKARTA-Deretan mobil baru untuk pimpinan DPR, MPR, dan DPD sudah terpakir di halaman DPR RI kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10). Mobil-mobil itu jenis Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid. Kendaraan roda empat itu menggantikan mobil dinas sebelumnya jenis Toyota Crown Royal Saloon yang berusia lebih dari 10 tahun.

Selain pimpinan DPR, MPR, dan DPD, mobil itu juga dibeli untuk menteri, pejabat setingkat menteri, pimpinan lembaga, serta untuk mantan Presiden dan mantan Wakil Presiden. Total pemerintah menghabiskan anggaran sekitar Rp147 miliar. Per unit dari mobil Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid ini ditaksir pada angka Rp1,5 miliar.

Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin mengakui beberapa mobil itu sudah digunakan oleh pimpinan, termasuk dirinya sendiri. “Sudah boleh (boleh dipakai, red). Itu beberapa kan sudah dipakai. Sampainya sudah dari hari Minggu,” kata Aziz kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/10).

Aziz pun menjawab santai soal penggunaan mobil tersebut. Dia mengatakan, yang penting mobil itu ada air conditioner-nya. “Ya namanya mobil, dipakai saja, ya kan. Yang penting AC, kan begitu,” ungkap politikus Partai Golkar itu. Dia menerangkan, seluruh pimpinan lembaga termasuk menteri mendapatkan mobil tersebut.

Jadi, tegas Aziz, bukan hanya pimpinan DPR saja yang mendapatkan mobil itu. Aziz pun mengatakan sudah menggunakan mobil tersebut sebagai kendaraan dinasnya. “Iya saya pakai. Dalam rangka dinas saya pakai,” ujar Aziz.

Sementara untuk para menteri, mobil dinas baru itu telah tersedia dan bakal diserahkan untuk operasional menteri pada pertengahan November 2019. Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Sesmenseneg) Setya Utama mengatakan mobil dinas baru untuk para menteri telah tersedia. “Saat ini mobil tersebut sedang dalam pengecekan dan penyelesaian administrasi,” katanya kepada wartawan, Selasa (29/10).

Dikatakannya, terdapat 101 unit mobil yang sudah datang. Khusus untuk para menteri, rencananya akan diberikan pertengahan November. “Kemungkinan pertengahan November agar bisa bersamaan menyerahkannya,” kata Setya.

Setya mengatakan pihaknya tak memaksa anggota kabinet untuk menggunakan fasilitas negara tersebut. Akan tetapi, sebaiknya untuk acara kenegaraan, wajib digunakan. “Untuk acara-acara kenegaraan sebaiknya mereka pakai. Untuk memudahkan akses, dikenali oleh petugas keamanan,” tandas dia.

Selain itu, Setya juga mengatakan untuk mobil dinas Presiden baru selesai produksi pada akhir Desember 2019. Kemungkinan dua unit Mercedes-Benz S 600 Guard baru bisa mengantar Presiden Joko Widodo pada Januari 2020. “Mobil Presiden akan selesai produksi di akhir Desember, shipping dan lain-lain. Mungkin Januari (2020) baru bisa operasional,” tuturnya.

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid merupakan kendaraan ramah lingkungan. Sedan itu menggantikan model sebelumnya, Toyota Crown Royal Saloon, yang sudah dipakai jajaran menteri selama satu dekade sebelumnya antara tahun 2009-2019.

“Kepercayaan pemerintah, kami harapkan dapat mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan, sekaligus kian meyakinkan masyarakat atas keseriusan pemerintah dalam mendorong percepatan pengembangan kendaraan elektrifikasi di industri otomotif nasional,” kata Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, dalam keterangan tertulisnya.

Halaman: 1 2

Berita Terkait