Waswas Air Meluap, Warga Bersihkan Drainase dari Sumbatan Sampah

INDRAMAYU – Penduduk yang bermukim di sepanjang saluran air lagi waswas. Menyusul mulai meningginya debit air di saluran pembuang yang melintasi lingkungan mereka. Kondisi ini terjadi lantaran curah hujan tinggi ditambah drainase tersumbat sampah.

“Sekarang saja air sudah rata dengan bibir saluran pembuang. Kalau sampai hujan terus-terusan, air bisa meluap masuk kepemukiman,” ujar Cakra, warga di Desa Limpas, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, kemarin.

Menurutnya, sampah kirimanlah yang membuat aliran air tersumbat sehingga rawan terjadi luapan. Dari pantauannya, banyak sampah yang masuk gorong-gorong dan menyebabkan sumbatan.

Bahkan, di musim penghujan ini, sampah kiriman tidak pernah berhenti menyesaki saluran pembuang. “Nyangkut di jembatan sudah dibersihkan warga, besoknya sudah banyak lagi,” keluhnya.

Cakra mengungkapkan, sejatinya upaya normalisasi kerap dilakukan Pemerintah Desa Limpas lewat program kerja bakti maupun padat karya. Sampah dan sedimen di dalam saluran menjadi sasaran untuk diangkut.

“Rutin kerja bakti. Sudah beberapa kali sejak sebelum musim penghujan tiba,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Limpas punya ritual khusus menyambut datangnya musim penghujan. Yakni dengan mengajak warganya melaksanakan kerja bakti pengurasan saluran air Panggang Welut.

Saluran sepanjang sekitar 2 kilometer ini kerap menjadi penyebab banjir yang melanda desa paling selatan di Kecamatan Patrol itu. Puluhan warga dilibatkan dalam aksi bersih-bersih. Dengan menggunakan alat yang sederhana, mereka bahu membahu membersihkan saluran yang tersumbat sampah dan mengalami sedimentasi.

“Kerja bakti ini dirutin dilakukan setiap masuk musim penghujan. Warga digerakkan untuk kuras-kuras saluran air penyebab banjir,” terang Kuwu Desa Limpas, Tato.

Dia membenarkan, saluran air di lingkungan pemukiman warga kondisinya sudah dipadati lumpur dan sampah. Dibutuhkan tenaga cukup banyak untuk melakukan pengurasan agar jalannya air menjadi lancar.

Tidak hanya di wilayah sendiri, pengurasan juga dilakukan kesaluran yang masuk wilayah Desa Limpas. Pasalnya, upaya membersihkan saluran air harus dilakukan secara menyeluruh.

“Pengurasan sampai saluran di wilayah desa tetangga. Secara masif agar air tidak meluap dan menyebabkan banjir,” katanya.

Pihaknya berharap, dengan aksi ini tidak hanya untuk mengurangi risiko banjir, tapi juga bermanfaat bagi para petani. Sebab, saluran yang dibersihkan juga berfungsi untuk irigasi sawah. Jika tersumbat akan mempengaruhi debit air untuk sawah. Di samping melakukan pembersihan saluran, warga selalu diminta agar tidak membuang sampah sembarangan terutama di saluran air dan irigasi. (kho)

Berita Terkait