Waspada, Prediksi BPBD: Cuaca Ektrem hingga Akhir Desember

mendung-terik
Waspada cuaca ekstrem. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon

KUNINGAN – Akhir-akhir ini wilayah Kabupaten Kuningan kerap dilanda hujan deras dan angin kencang hingga menyebabkan pohon tumbang dan atap rumah beterbangan. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi masih akan terjadi hingga akhir Desember. Sehingga masyarakat diimbau untuk waspada.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengungkapkan, cuaca ektrem yang akhir-akhir ini terjadi merupakan dampak dari peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan. Menurut Agus, di saat peralihan musim tersebut rawan terjadi fenomena alam seperti hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, petir hingga hujan es.

“Oleh karena itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk berhati-hati dan waspada untuk antisipasi kebencanaan di sekitarnya. Di awal musih penghujan ini sangat rawan terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir sehingga rawan terjadi banjir, longsor, genangan air, jalan licin, angin kencang, pohon tumbang dan sambaran petir,” imbau Agus.

Terbukti selama empat hari terakhir ini, kata Agus, sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan dilanda hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan banyak pohon yang tumbang. Bahkan beberapa diantaranya menimpa bangunan rumah milik warga dan juga melintang menutup akses jalan.

Agus memprediksi, kondisi cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga akhir Desember tahun ini. Selanjutnya pada bulan Januari 2020 nanti, kata Agus, diprediksi merupakan puncak musim hujan hingga bulan Februari, sehingga kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

“Terutama yang tinggal di daerah perbukitan dan kondisi tanahnya labil agar selalu waspada terhadap longsor dan pergerakkan tanah. Jika sudah terlihat ada tanda-tanda retakan, segera lakukan penutupan atau melakukan antisipasi dini. Jika kondisinya sudah membahayakan, tidak ada salahnya untuk bersiap mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ungkap Agus.

Agus juga meminta kepada perangkat desa dan kecamatan untuk meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait seperti Polsek, Koramil termasuk BPBD. Hal ini untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi apabila musibah bencana terjadi di lingkungannya.

“Segera informasikan apabila ada kejadian kebencanaan di wilayahnya ke instansi pemerintah terdekat atau langsung ke Pusdalops BPBD di nomor telepon (0232) 876233 atau WA di 08112442444. Namun demikian, kita semua berharap dan berdoa semoga tidak ada kebencaan di sekitar kita,” pungkas Agus. (fik)

Berita Terkait