Waspada, Penipu Berkedok Pembeli Gabah

Ilustrasi. (dok pojoksatu)

INDRAMAYU- Berbagai macam modus dilakukan pelaku penipuan. Kali ini, modus penipuan menyasar para petani berupa jual beli gabah hasil panen di musim gadu. Salah seorang warga, Carudin (40) mengungkapkan, orang tuanya menjadi korban penipuan jual beli gabah.

Dikatakan Carudin, para pelaku penipuan menyamar sebagai pembeli gabah pada umumnya dengan membawa mobil beserta kuli timbang dan angkut. Namun, setelah dilakukan penimbangan dan gabah diangkut ke atas mobil, satu persatu dari kuli angkut itu pergi terlebih dulu dengan alasan ingin makan siang.

“Ketika selesai, satu-satu mulai pergi, tinggal sopir, tapi entah kenapa, entah dihipnotis atau tidak, orang tua saya ini nurut saja saat sopir ini izin pergi ke warung dengan alasan mau makan dan membawa mobil yang sudah penuh dengan gabah itu,” ungkapnya pada Radar Indramayu.

Dari peristiwa itu, orang tua Carudin kehilangan dua ton gabah. Diakui Carudin, orang tuanya baru sadar ketika gabah itu sudah dibawa pelaku menggunakan mobil pikap. “Kayak dihipnotis, nurut saja. Setelah ditelusiri ternyata tidak sedikit petani yang terkena penipuan modusnya beli gabah,” jelasnya.

Carudin mengimbau kepada masyarakat terutama petani lebih berhati-hati saat ingin menjual gabah dengan diiming-imingi harga yang lebih mahal dibandingkan harga tengkulak lainnya.

“Jangan menjual gabah kepada orang baru yang dikenal. Lebih waspada saja, jangan hanya ditawar harga selisih 200 rupiah saja langsung mau, harus lebih jeli. Masih mending jual di tukang tempuran yang biasa, dan jangan mudah percaya kepada pembeli yang baru dikenal,” tandasnya. (oni)

Berita Terkait