Waspada Angin Puting Beliung

CEK KONDISI: Aparat Pemerintah Desa Margamukti, Kecamatan Talaga melakukan penanganan pasca peristiwa angin kencang, Selasa (26/11) silam. BMKG mengimbau warga untuk mewaspadai angin puting beliung di musim peralihan. FOTO: ISTIMEWA/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Jatiwangi mengimbau masyarakat Kabupaten Majalengka untuk mewaspadai puting beliung. Pasalnya intensitas hujan disertai angin kencang berpotensi terjadi saat peralihan cuaca.

Petugas Forecaster BMKG, Ahmad Faiz menjelaskan awal musim penghujan lebih rentan ancaman angin besar dan sambaran petir. Pasalnya, pada awal peralihan musim pancaroba, mulai nampak tanda-tanda angin puting beliung.

Dua ancaman itu yuakni angin puting beliung dan sambaran petir terjadi pada masa pancaroba atau transisi dari kemarau ke musim hujan. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati.

“Tanda-tanda puting beliung dilihat dari adanya awan cumulus, tapi masih nampak kecil. Awan ini bisa menjadi awan cumulonimbus, yang dapat memicu terjadinya angin puting beliung,” ujarnya.

Awan jenis cumulonimbus ini, ciri-cirinya berwarna pekat. Oleh karena itu, ketika melihat awan seperti itu warga diharapkan lebih berhati-hati karena bisa berpotensi terjadinya angin puting beliung.

Terkait bencana alam, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai antisipasi datangnya bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka telah berupaya menanggulangi bencana melalui tim reaksi cepat yang ada di 26 Kecamatan di Kabupaten Majalengka.

“Dengan adanya tim tersebut, nantinya diharapkan proses penanganan terhadap bencana bisa lebih cepat tanpa harus menunggu tim dari BPBD maupun tim penanggulangan bencana lintas sektoral lainnya,” kata Kepala Pelaksana BPBD, Drs Agus Permana MP.

Agus menyebutkan musibah angin kencang terjadi di dua desa di Kecamatan Talaga, masing-masing Desa Lampuyang dan Margamukti, pada Selasa (26/11). Peristiwa tersebut mengakibatkan belasan rumah rusak dan satu masjid rusak akibat tertimpa pohon serta atapnya terhempas angin.

Tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut sedangkan nilai kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut keterangan sejumlah warga, kata Agus, di Desa Margamukti dan Lampuyang, angin kencang yang melanda wilayahnya terjadi sekitar pukul 17.52 WIB menjelang magrib. Cuaca gelap, awan menghitam tidak seperti biasanya, setelah itu angin langsung besar datang dari arah utara menyapu genting besamaan dengan kucuran hujan dari genting.

Angin kencang ini tidak hanya merusak genting namun juga sejumlah pepohonan tumbang menimpa rumah. “Angin tidak terlalu lama hanya beberapa menit namun karena besar kerusakan lumayan parah. Rumah-rumah yang melangalami kerusakan secara bergotong royong diperbaiki oleh warga setempat dibantu BPBD dan TNI dan kepolsiain yang datang ke lokasi kejadian,” imbuhnya.

Pihaknya sudah menurunkan sejumlah anggota untuk membantu penanganan baik memotong pepohonan yang tumbang menimpa rumah serta perbaikan atap yang rusak. (ono)

Berita Terkait