Warga Majalengka Masuk Bui karena Gadaikan Mobil Rental

Ilustrasi

CIREBON-Menggadaikan mobil rental, pria berinisial RM (36) kini masuk bui. Warga Kabupaten Majalengka itu dilaporkan oleh Sulaeman (59) yang tertipu oleh tersangka yang sudah memakan uangnya sebanyak Rp22 juta.

Kapolsek Gempol Kompol Suwitno melalui Kanit Reskrim Iptu Riffyanto mengatakan perbuatan tersangka terjadi pada 25 Juni 2019. Bermula saat RM mendatangi korban di rumahnya di Desa Kedungbunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, dengan membawa mobil Daihatsu nopol E 1019 VM. Dengan alasan butuh uang, RM ingin menggadaikan mobil tersebut.

“Tersangka RM mengaku kepada korban kalau mobil tersebut adalah miliknya. Karena kebutuhan ekonomi pelaku ingin menggadaikan mobil dan berjanji akan membayar atau mengambil mobil pada pertengahan bulan Juli. Korban pun memberikan uang sebanyak Rp22 juta kepada dan mobil diserahkan kepada korban,” jelas Riffyanto.

Hanya selang beberapa hari setelah transaksi, Sulaeman kedatangan tamu yang mengaku kalau mobil itu adalah milik rental. Sontak, korban kaget. Namun, pemilik rental yang bernama Sutara memiliki bukti lengkap. Akhirnya  mobil tersebut diserahkan kepada Sutara.

“Mobil yang digadaikan RM kepada korban ini milik Sutara yang direntalkan kepada RM. Pemilik mobil melacak GPS yang terpasang di mobil. Setelah ditelusuri, ternyata mobil ada di rumah Sulaeman. Jadi diambil oleh pemiliknya,” ujarnya.

Sulaeman, lanjut Riffyanto, langsung bertanya kepada RM dan meminta uangnya dikembalikan. Namun, hingga melewati batas waktu yang sudah dijanjikan, RM tak juga mengembalikan uang Sulaeman. Karena itulah, Sulaeman akhrinya mendatangi Mapolsek Gempol pada Agustus 2019 dan melaporkan RM. “Setelah kita terima laporan dan memeriksa beberapa saksi, kemudian menggerebek rumah tersangka dan diamankan. Kasusnya sedang tahap P21 (dinyatakan lengkap),” katanya.

Dari pemeriksaan, RM sendri mengakui perbuatannya. Ia mengaku uang milik Sulaeman sebesar Rp22 juta telah digunakan untuk keperluan sehari-hari. “Tersangka kita jerat Pasal 378 juncto 372 KUHPidana tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman kurungan penjara maksimal 4 tahun,” pungkas Riffyanto. (cep)

Berita Terkait