Warga Majalengka Korban Kerusuhan di Wamena Pulang

MENUNGGU-KORBAN-KERUSUHAN-DARI-WAMENA
MENUNGGU: Bhabinkamtibmas dan Babinsa bersama keluarga serta Pemeritah Desa Nanggewer, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, menunggu kedatangan warganya dari Wamena di Balai desa setempat, Minggu (6/10) malam. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Adanya warga kabupaten Majalengka yang menjadi korban kerusuhan di Wamena membuat pemeritah daerah tidak tinggal diam. Informasi yang dihimpun, Pemkab Majalengka siap memfasilitasi kepulangan ketiga warganya tersebut.

Bupati Karna Sobahi menegaskan, siap menjemput warga asal Majalengka yang menjadi korban kerusuhan di Wamena. “Untuk sementara, warga Majalengka yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, baru terdata dua orang. Itu merupakan bapak dan anak,” katanya, Sabtu (5/10).

Menurut bupati, dua warga Majalengka tersebut, diketahui bernama Baridin (36) dan Reza (20) yang merupakan warga Desa Nanggewer, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka.

Bupati siap memfasilitasi kedua warga asal Desa Nanggewer, Kecamatan Sukahaji, itu untuk menjemput kepulangan di Bandara Soekarno-Hatta dengan berkoordinasi dengan dinas terkait. “Kita akan jemput dan siapkan fasilitasinya. Kita akan antarkan langsung ke pihak keluarganya,” ujarnya.

Menyikapi warganya yang menjadi korban di Wamena, Bupati siap menerima laporan maupun pengaduan dari siapa pun secara terbuka. Dia menginformasikan kepada warga terkait hal apa pun bisa disampaikan, selain melalui Pendopo, bisa juga disampaikan pada instansi terkait seperti Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Sosial.

Sementara itu, Kepala Desa Nanggewer Adi Munadi mengaku saat ini bersama unsur pemerintah daerah dan kecamatan Sukahaji tengah menunggu penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta. Namun demikian warganya belum pasti pulang semua. Pihaknya belum mendapatkan kabar terkait kepulangan tersebut.

“Yang pasti kita nunggu di bandara. Apakah memang hanya dua orang (anak dan bapaknya) atau adiknya juga ikut pulang. Sekarang masih nunggu. Mungkin dini hari (tadi malam) sampai rumah,” imbuhnya.

Adi mengungkapkan, dari pengakuan keluargam Nining, ada tiga warganya yang berada di Wamena yang berprofesi sebagai pedagang pakaian. Bahkan satu dari tiga orang warga Majalengka terkena luka bacok saat peristiwa itu pecah. (ono)

Berita Terkait