Warga Kumbung Minta Pilkades Ulang, Kirim Surat ke Bupati

Pilkades-Kumbung
LAPORAN RESMI: Asep Juhri didampingi sejumlah tokoh masyarakat Desa Kumbung Kecamatan Rajagaluh menyerahkan surat permohonan agar pemilihan kepala desa ulang di Bagian Umum Sarana dan Prasarana, Kamis (14/11). FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Sejumlah Warga Desa Kumbung, Kecamatan Rajagaluh secara resmi menolak hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang digelar Sabtu, 2 November lalu. Hal tersebut seiring penyerahan surat permohonan beserta poin-poin alasan agar pemilihan kepala desa di desa tersebut diulang.

Koordinator Masyarakat Desa Kumbung, Asep Juhri menegaskan, masyarakat tidak main-main dalam menyikapi hasil Pilkades yang diduga banyak kejanggalan. Surat yang ditujukan kepada Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd tersebut telah diserahkan, Kamis (14/11).

Menurut Asep, pesta demokrasi tingkat desa yang diharapkan dilaksanakan secara jujur dan adil dengan menjunjung tinggi semangat demokrasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Panitia penyelenggara Pilkades serentak sebagai pemegang amanat konstitusi dinilai bekerja kurang maksimal. Warga menilai panitia 11 tidak bekerja sesuai dengan tata tertib pemilihan kepala Desa Kumbung.

“Panitia penyelenggara Pilkades kami nilai tidak sesuai dengan pedoman dan peraturan bupati Nomor 5 tahun 2015 tentang pemilihan dan pemberhentian kepala desa di kabupaten Majalengka,” tegasnya, kepada wartawan usai menyerahkan surat yang ditujukkan kepada bupati Majalengka, di Pendopo, Kamis (14/11).

Oleh karenanya masyarakat Desa Kumbung menolak hasil pemilihan kepala desa. Mereka memohon kepada bupati Majalengka supaya pelaksanaan pemilihan kepala desa Kumbung diulang.

Pemerintah daerah tidak usah memikirkan anggaran untuk PSU. Sebab masyarakat siap patungan agar terlaksananya demokrasi yang jujur, dan menyalurkan hak politiknya.

“Intinya kami mau Pilkades kembali diulang. Kami hanya menginginkan agar demokrasi di desa kami itu bersih dan jujur. Pemerintah jangan memikirkan masalah anggaran, karena masyarakat menyatakan kesiapannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Setda kabupaten Majalengka Aeron Randi membenarkan telah menerima laporan secara resmi dari perwakilan warga Desa Kumbung Kecamatan Rajagaluh. Pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Iya kebetulan tadi saya lagi membuka acara. Sehingga surat masuk dari bagian umum dan sarana prasarana. Kami akan melakukan kajian terlebih dahulu,” paparnya. (ono)

Berita Terkait