KUNINGAN – Warga Kuningan kaget saat mengetahui ada kebakaran di puncak Gunung Ciremai, tepatnya di Blok Gua Walet yang hingga tadi malam belum juga padam. Warga mengaku baru mengetahui kabar kebakaran di Gunung Ciremai dari pemberitaan media dan juga medsos.

Di antara mereka awalnya menganggap kebakaran di Ciremai terjadi di bagian bawah yang sering melanda saat musim kemarau. Namun mereka baru sadar ternyata kebakaran di Ciremai berada di posisi atas atau daerah puncak.

“Kaget juga, tadinya dikira kebakaran biasa di bawah, tapi ini mah di puncaknya. Kelihatannya gede banget apinya,” kata Jejen, salah seorang warga di wilayah Kramatmulya saat Radar sembari menunjukkan lokasi kebakaran yang hanya terlihat asap tebal dari kejauhan, kemarin pagi (8/8).

Jejen mengaku tidak tahu jika kebakaran di wilayah puncak Ciremai terjadi sejak Rabu siang (7/8) sekitar pukul 13.00 WIB. Bahkan saat pagi kemarin ia mengira asap tebal yang membumbung diatas Gunung Ciremai hanya berupa awan, padahal asap tersebut berasal dari kebakaran yang cukup besar.

“Dikira awan tebal, ternyata asap dari kebakaran di puncak. Tapi memang tadi pagi agak aneh juga, awan kok bentuknya beda. Pas ada kabar dari grup WA, eh ternyata kebakaran,” tuturnya.

Warga lainnya, Abdul Karim, justru sudah mengetahui ada kebakaran di Blok Goa Walet puncak Ciremai sejak Rabu sore. Ia mendapatkan kabar tersebut dari cerita temannya yang berada di Majalengka, karena memang cukup terlihat jelas juga kebakaran tetsebut dari kawasan Majalengka.

“Saya diberi tahu teman saya di Majalengka, ada kebakaran di Gunung Ciremai. Dia nanya kalau dari Kuningan kelihatan enggak. Pas saya lihat, memang hari Rabu sore sudah kelihatan ada asap,” ujarnya.

Baik Jejen maupun Abdul Karim serta sejumlah warga lainnya, berharap agar kebakaran di puncak Ciremai segera padam dan bisa teratasi oleh pihak terkait. Mereka sangat khawatir kebakaran terus meluas ke daerah lainnya di kawasan Gunung Ciremai, terlebih saat ini angin kencang terus berhembus setiap hari.

“Mudah-mudahan segera teratasi, apinya bisa cepat padam. Jangan sampai metembet ke tempat yang lain. Kita berdoa saja,” harap Karim. (muh)

Berita Terkait