Warga Desak Pemerintah Serius Antisipasi Banjir

RAWAN BANJIR: Sejumlah warga mengeluhkan sejumlah wilayah di Dapil VI yang termasuk ke dalam wilayah rawan banjir saat reses Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Madsoleh, kemarin (4/12).FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON – Sejumlah warga yang hadir saat kegiatan reses pertama yang dilaksanakan Madsoleh, ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon di Perum Kedaton, Desa Pabuaran Kidul meminta pemerintah dan pihak-pihak terkait fokus ke penanganan sampah dan antisipasi banjir.

Pasalnya, wilayah Dapil VI termasuk wilayah paling rentan bencana banjir. Hampir setiap tahun desa-desa di Dapil VI tersebut rutin diterjang banjir. Penyebabnya, wilayah Dapil VI terdapat banyak sungai besar yang seringkali meluap saat musim hujan. Sungai-sungai besar yang terdapat di Dapil VI tersebut di antaranya Sungai Cisanggarung, Cijangkelok, Ciberes, Cimanis, Singaraja dan Singaratu.

Salah seorang warga yang hadir saat kegiatan reses tersebut, Hasan kepada Radar Cirebon menuturkan, banjir besar yang terjadi pada 2018 lalu membuat banyak warga trauma. Warga khawatir banjir besar kembali terjadi dan menerjang Cirebon Timur.

“Kami meminta ada upaya serius penanganan dan antisipasi banjir. Warga kita setiap tahun dihantui kekhawatiran terjadi banjir karena wilayah kita dibelah oleh banyak sungai besar,” ujarnya.

Warga lainnya, Sutrisno dalam pertemuan itu menyebut kerugian warga akibat bencana banjir sangat besar. Namun, setiap tahun penanganan banjir hampir selalu sama dan terlihat tak ada perubahan berarti.

“Penanganannya ini harus lintas sektoral. Karena melibatkan wilayah Kuningan juga. Wilayah kita sering dapat banjir kiriman. Harus ada komunikasi yang baik dengan Kuningan. Karena kalau hanya di sini yang dibenahi, maka akan percuma. Di wilayah Kuningan juga butuh dilakukan upaya serupa, sama-sama menjaga,” jelasnya.

Selain menyoroti persoalan banjir, warga yang hadir dalam reses tersebut juga meminta agar Pemkab Cirebon serius menangani persoalan sampah yang setiap hari semakin sulit dikendalikan.

“Kami minta penanganan sampah lebih baik. Sistemnya bagaimana, sudah bertahun-tahun sampah-sampah di wilayah kita tidak tertangani dengan baik,” seru salah satu warga dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Mad Saleh dalam kesempatan tersebut berjanji akan membawa aspirasi dan keinginan warga dari Dapil VI tersebut ke Pemkab Cirebon, agar bisa segera dicarikan jalan keluar. Menurutnya, melalui poin-poin dalam reses tersebut, akan dijadikan sebagai pijakan untuk mendorong eksekutif agar persoalan dan permasalahan yang ada di masyarakat bisa diinventarisasi dan dicarikan solusinya lebih cepat.

“Dapil VI memang termasuk wilayah rawan banjir. Ini yang akan kita dorong ke Pemkab Cirebon agar mengupayakan langkah-langkah untuk menekan angka kerawanan tersebut. Sehingga masyarakat bisa tenang dan tidak khawatir setiap musim hujan,” ungkapnya. (dri)

Berita Terkait