Walikota Ingin Stadion Bima seperti GBK, Menpora Minta Waktu

Menpora Zainudin Amali (kanan) berbincang dengan Walikota Cirebon Nashrudin Azis.FOTO: FIN

CIREBON-Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberi dukungan penuh kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon melakukan upaya revitalisasi Stadion Bima. Sayangnya, pemerintah pusat belum mau mengungkap deadline revitalisasi karena keterbatasan anggaran.

Hal itu diungkapkan Menpora Zainudin Amali saat menerima audiensi Walikota Cirebon Nashrudin Azis di ruang kerjanya, Lantai 10, Gedung Kemenpora, Jakarta. Diketahui, pertemuan keduanya dilakukan setelah pemerintah pusat resmi menghibahkan Stadion Bima ke Pemkot Cirebon.

Pada dasarnya, Menpora Zainudin Amali mendukung revitalisasi kawasan Stadion Bima. Tapi, anggaran pemerintah pusat terbatas. “Kita harus mendorong daerah-daerah untuk mengembangkan sarana dan prasarana olahraga. Pemerintah daerah harus berperan aktif, jangan mengandalkan pemerintah pusat. Namun kita akan pelajari lagi kalau nanti ada yang betul-betul bisa disinergikan dengan kementerian lain, maka akan kita bantu,” jelas menpora.

Dalam pertemuan itu, Walikota Cirebon Nashrudin Azis mengatakan bahwa kawasan Stadion Bima merupakan kawasan olahraga seluas 23 hektare. Kawasan olahraga ini sampai saat ini masih berfungsi. Di sisi lain, Azis menginginkan Stadion Bima bisa melengkapi keinginan warga Pantai Utara Jawa Barat meningkatkan prestasinya.

Alhamdulilah, permintaan kami dikabulkan dan sekarang kawasan Stadion Bima sudah menjadi milik Kota Cirebon. Agar aset ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Jawa Barat, maka kami ingin melakukan revitisasi. Di kawasan Stadion Bima ini memiliki dua stadion yakni Stadion Madya dan Stadion Utama. Dan kami ingin stadion ini nantinya bisa menjadi model seperti GBK (Stadion Utama Gelora Bung Karno, red),” ujar walikota.

Menurutnya, jika kawasan stadion bisa direvitalisasi sesuai rencana, maka akan ada tiga manfaat. Pertama, menjadi sarana olahraga dan pariwisata, kemudian menjadi kawasan hijau Kota Cirebon, dan ketiga meningkatkan perekonomian warga. “Untuk mewujudkan ini, kami minta dukungan Pak Menteri agar bisa membangun stadion tersebut,” tandasnya.

Seperti diketahui, Kawasan Stadion Bima (KSB) sudah resmi menjadi milik Pemkot Cirebon. Secarik surat berperihal hibah aset resmi ditandatangani Kementerian Keuangan melalui Direktur Jendral (Dirjen) Kekayaan Negara, Isa Rachmatarwata. Sebelumnya, KSB adalah milik PT Pertamina Aset III.

Aset itu kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Kota Cirebon setelah melalui proses panjang di Kementerian Keuangan, juga sampai meja presiden. Aset KSB sendiri ditaksir senilai Rp800 miliar. Dengan nilai aset tersebut, proses hibahnya cukup berliku, termasuk harus melalui persetujuan presiden. (fin/tgr)

Berita Terkait