Walah, Pernikahan Campuran Marak di Dekat Bandara Kertajati

Jumlah perkawinan campuran mulai marak di Kabupaten Majalengka.FOTO:IST/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA–Adanya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, membawa dampak signifikan bagi Majalengka. Terutama  perkembangan dan pertumbuhan ekonomi serta budaya  yang sangat pesat. Dampak sisi keagamaan yang menyangkut perkawinan pun kena imbas. Yakni, dengan banyaknya jumlah  perkawinan campuran yang mulai marak di Kabupaten Majalengka.

Kasi Bimas Islam pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI Kabupaten Majalengka Dr H Agus Sutisna MPd mengatakan, perkawinan campuran marak, terutama di daerah pabrik dan wilayah sekitar bandara. Menurut Agus, perkawinan campuran yang dimaksud adalah antara dua orang di Indonesia yang tunduk pada hukum yang berlainan karena perbedaan kewarganegaraan.

Dia menjelaskan, perkawinan campuran yang ada di Indonesia harus memenuhi syarat-syarat perkawinan. Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 2 UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Yakni, perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya. Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Agus menyebut, saat ini, pernikahan campuran masih dalam hitungan jari. Namun, trennya meningkat seiring perkembangan industri di Majalengka yang memicu masuknya warga negara asing. “Di Kertajati, sekitar tiga orang. Di beberapa kecamatan lain di wilayah utara, jumlahnya masih sedikit,” ujar Agus.

Sementara itu, Seksi Bimas Islam Kemenag Majalengka menggelar supervisi KUA Kecamatan Triwulan III. Menurut Agus, tata kelola administrasi NR (Nikah Rujuk) beberapa KUA di Kecamatan di Majalengka bisa dibilang baik dan rapi. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan dan pembinaan administrasi NR Triwulan III dari tim Bimas Islam Kemenag, Rabu (2/10) lalu.

Disebutkan Agus, KUA yang sudah diperiksa dan disupervisi antara lain KUA Kertajati dan KUA Jatitujuh. Dalam kesempatan tersebut, Agus langsung menginstruksikan semua tim untuk melakukan pemeriksaan atau pengecekan secara detil terhadap seluruh administrasi yang terkait dengan tupoksi KUA. Khususnya bidang NR. Seperti pemeriksaan buku pendaftaran, register nikah, buku stok, NB, model N, dan pembukuan.

Dia menginginkan semua administrasi tertata rapi dan sesuai aturan yang berlaku. Terlebih setelah adanya audit dari Kemenag RI baru-baru ini. Agus mengapresiasi kepada KUA kecamatan yang telah bekerja dengan baik dalam mengelola NR. Menurutnya, hasil pemeriksaan tidak ada temuan yang berarti dan tidak ada catatan alias nihil.

Namun, ada hal yang menarik saat pemeriksaan administrasi NR di KUA sekitar pabrik dan Bandara Kertajati. Yakni, mulai maraknya pernikahan campuran atau pernikahan beda kewarganegaraan. Dia menekankan kepada semua karyawan KUA agar menjaga kedisiplinan, kekompakan dan senantiasa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Pastikan semua pelayanan bebas pungli. Pastikan semua layanan mudah, murah dan cepat, bahkan gratis,” tegas Agus. (ara)

Berita Terkait