Wajah Baru Cirebon Kado Spesial Ridwan Kamil

Ridwan-Kamil-Wajah-Baru-Cirebon
Ridwan Kamil. Ilustrasi: M Faturrohman/Radar Cirebon

Sejak dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mempunyai sejumlah gagasan besar untuk menata Jawa Barat menjadi provinsi yang juara lahir dan batin. Penataan itu meliputi sejumlah bidang, seperti pembangunan infrastruktur, destinasi wisata kelas dunia, teknologi digital, peningkatan perekonomian desa dan masih banyak lagi.

***

SEMUA kabupaten/kota di Jawa Barat akan mendapat “kado spesial” berupa penataan secara bertahap. Tak terkecuali wajah baru Cirebon. Wilayah Kabupaten/Kota Cirebon, Indramayu, Kuningan dan Majalengka (Ciayumajakuning) akan ditata.

Dalam setiap kesempatan, Ridwan Kamil senantiasa mengemukakan bahwa wilayah utara Jawa Barat akan dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang disebut Segitiga Rebana. Kawasan KEK mencakup wilayah Kabupaten Majalengka dengan bandara Kertajatinya, Kabupaten/Kota Cirebon dengan potensi wisata budaya dan kulinernya, serta wilayah Kabupaten Subang dengan Pelabuhan Patimbannya.

“Di dalam KEK ini, akan menyerap ribuan tenaga kerja baru, saya ingin warga lokal yang lebih dominan. Makanya, kita siapkan paket-paket program kebijakan untuk mendukung rencana tersebut,” katanya.

Kemudian, untuk wilayah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga punya program yang tak kalah hebat. Yakni, ingin menciptakan kawasan wisata berkelas dunia. “Makanya, mulai tahun ini kita canangkan revitalisasi Waduk Darma,” ujarnya.

Tahun ini juga, Kota Cirebon dan Kabupaten Majalengka mendapatkan program revitalisasi alun-alun. Tujuannya, agar ada daya tarik tersendiri bagi warga lokal dan sekitarnya untuk menanfaatkan alun-alun sebagai pusat aktivitas sosial, edukasi, dan relaksasi. “Tahun ini sudah berjalan,” terangnya.

Begitu juga dengan Kabupaten Indramayu dengan revitalisasi Alun-alun Jatibarang dan revitalisasi Pasar Karangampel dan Pasar Daerah Indramayu yang menjadi bagian dari program revitalisasi pasar tradisional di tujuh titik se-Jawa Barat.

“Revitalisasi pasar tradisional tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga merancang event-event yang dapat menarik masyarakat. Salah satunya dengan menggelar festival pasar rakyat,” kata pria yang biasa disapa Kang Emil ini.

Sementara, untuk tahun 2020 sejumlah program pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan hadir.
Saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Indramayu, pada Rabu (11/12) lalu, gubernur mengungkapkan bahwa di Indramayu akan hadir beberapa program, seperti pembangunan embarkasi haji untuk pemberangkatan calon jamah haji dari Bandara Kertajati.

“Jadi, berita baiknya dalam minggu ini akan diputuskan oleh Kementerian Agama RI pemberangkatan jamaah haji dan umrah melalui Bandara Kertajati. Kemudian, saya akan kejar ke pemerintah pusat untuk pembangunan embarkasi di Indramayu,” ungkapnya.

Untuk anak-anak muda yang suka berkreasi, juga akan dibangun gedung creative center. Tujuannya, kata mantan Walikota Bandung ini sebagai wadah ekspresi anak muda dalam berkesenian dan berkarya. “Creative Center nanti bisa sebagai tempat pameran fotografi, desain batik dan segala rupa sehingga warga Indramayu bisa berkembang,” kata Emil.

Tidak hanya itu, tahun 2020 juga program revitalisasi pasar tradisional akan ditambah lagi. Ada 11 pasar tradisional yang akan direvitalisasi, termasuk yang ada di wilayah Ciayumajakuning, yakni Pasar Kepuh Kuningan, Pasar Prapatan Majalengka, Pasar Kue Weru dan Pasar Pasalaran Kabupaten Cirebon.

Untuk Majalengka, Ridwan Kamil pun tengah menyiapkan sejumlah desa wisata juara sebagai daerah tujuan wisata baru di Jawa Barat, mengingat konektivitas penerbangan dan jalan tol sudah tersedia Majalengka. Desa yang tengah dipersiapkan adalah Desa Bantar Agung yang memiliki hamparan sawah terasering, Curug Cipeuteuy dan kawasan modern camping.

“Desa ini akan menjadi contoh sustainable village dan kita tengah mempersiapkan implementasinya di tahun 2020,” terangnya.

Juga akan dibangun creative hub, percepatan pembangunan infrastruktur Bandara Kertajati dan Tol Cisumdawu dan lain-lain. Gubernur berharap, semua program pembangunan yang sudah direncanakan bisa berjalan dengan baik, di samping pembangunan yang sudah berjalan untuk ditingkatkan kualitasnya. “Semoga ini bisa mewujudkan Jabar Juara Lahir dan Batin,” pungkasnya. (jun)

Berita Terkait