Wacana Rute Penerbangan Kembali ke Bandara Husein Sastranegara, Begini Tanggapan BIJB

Pesawat Citilink saat akan takeoff di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. FOTO: DOK.RADARCIREBON.COM
Pesawat Citilink saat akan takeoff di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.FOTO: DOK.RADARCIREBON.COM

MAJALENGKA-Manajemen Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati terus berbenah untuk memenuhi tingkat ketersediaan (load factor). Meski demikian bandara yang digadang-gadang menjadi kebanggaan Jawa Barat itu juga masih terus mencari penumpang. Hal tersebut diungkapkan Corporate Communications Section Head PT BIJB, Aradea Adisudarma.

BIJB Kertajati mengklaim hingga saat ini pergerakan penumpang mencapai 1.500 hingga 2.500 orang per hari. Namun upaya itu harus terus dilakukan guna meningkatkan dan menambah calon penumpang. “Jika melihat salah satu tujuan dari dibangunnya Bandara Kertajati selain untuk meningkatkan perekonomian di wilayah timur Jawa Barat adalah untuk menggantikan Bandara Husein di Bandung sebagai bandara utama di Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Namun demikian, pihak BIJB dalam hal ini akan mengikuti ketentuan dari pemerintah dalam hal ini kementerian perhubungan. Perkembangan Bandara Kertajati sendiri saat ini cukup baik, sudah banyak penambahan tenant makanan dan minuman yang dibuka.

Runway sudah 3 ribu meter yang sudah bisa mengakomodir pesawat berbadan lebar. Dan rencana di bulan November ini akan mulai penerbangan umrah bersama aerohaji. “Setiap hari ada 22 pergerakan pesawat dengan jumlah penumpang rata-rata antara 1.500 hingga 2.500 orang,” bebernya.

Pengelola menilai beberapa hal sudah dilakukan agar Bandara BIJB Kertajati ramai. Salah satunya yang sudah berjalan adalah peralihan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke BIJB.Dikatakan, kebijakan peralihan penerbangan dari Bandung ke Kertajati sudah meningkatkan angka penumpang.

Kondisi itu akan terus bertambang signifikan seiring beroperasinya ruas Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang nantinya akan menghubungkan langsung Bandung dengan Kertajati. “Sambil menunggu beroperasinya Tol Cisumdawu, manajemen BIJB terus melakukan langkah promosi dan sosialisasi kepada masyarakat,” imbuhnya.

Disamping itu, kerja sama dengan dinas pariwisata di daerah untuk ikut meramaikan dan mempromosikan Kertajati juga terus dilakukan. Pihaknya juga berkomunikasi intensif dengan hotel-hotel, travel wisata dan travel umrah, serta upaya lainnya. Akan tetapi di luar itu, memang perlu ada tindak lanjut dari pusat (pemerintah pusat). “Salah satunya rencana pengalihan penerbangan Bandara Husein. Pengalihan penerbangan sebagian umrah warga Jabar. Dan kebijakan itu ada di pusat,” tandasnya.

Sementara itu, Airport Operation and Performance Group Head PT BIJB Agus Sugeng Widodo menanggapi terkait wacana kembalinya semua rute penerbangan ke Bandara Husein Sastranegara Bandung dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka.

Munculnya wacana itu dinilai hal yang wajar. Pasalnya semua permintaan dan keinginan bisa disampaikan oleh seseorang atau instansi dan lembaga manapun. Pihaknya selaku operator Bandara yang bekerja di lapangan mengembalikan lagi keputusan itu kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. “Jadi kami akan mengikutinya,” ujar Agus.

Agus berpendapat, salah satu faktor munculnya wacana tersebut, yakni perlu ditanggapi dengan diselesaikannya fasilitas penunjang. Fasilitas tersebut, yakni Tol Cisumdawu yang harus segera diselesaikan dan segera terwujud. Sehingga akses dari Kota Bandung menuju Kertajati akan lebih singkat. “Karena itu bisa mempersingkat 60 persen waktu. Saat ini ditempuhnya sekitar 2,5 jam, bisa dipersingkat menjadi hanya 1 jam,” paparnya. (ono)

Berita Terkait