Wabup Klaim Angka Kemiskinan di Kuningan Turun

Wabup M ridho Suganda mengklaim angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan mengalami penurunan. FOTO:AGUS PANTHER/RADAR KUNINGAN
Wabup M ridho Suganda mengklaim angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan mengalami penurunan.FOTO:AGUS PANTHER/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN–Ini kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Kuningan terkait menurunnya angka kemiskinan. Bahkan angkanya cukup signifikan yakni dari 14,27 persen di tahun 2017, kini di tahun 2018 hanya mencapai 12,22 persen saja. Turunnya angka kemiskinan ini membuat Pemkab Kuningan semakin bersemangat melakukan berbagai terobosan terutama pemberdayaan masyarakat.

Wakil Bupati M Ridho Suganda SH MSi menyebutkan, di banding tahun 2017 angka kemiskinan di tahun ini mengalami penurunan. Banyak faktor yang membuat angka kemiskinan turun. “Kemiskinan merupakan suatu kondisi di mana seseorang tidak memiliki sumber daya dan pendapatan serta kekurangan kebutuhan dasar. Alhamdulillah angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan dari tahun ke tahun mengalami penurunan yang signifikan,” kata Edo –sapaan akrabnya- kepada awak media, Kamis (16/5), usai membuka rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan di Bappeda Kuningan.

Menurutnya, secara umum program penanggulangan kemiskinan akan berkisar pada upaya-upaya perbaikan investasi daerah, pemberdayaan masyarakat tidak mampu, pembukaan lapangan pekerjaan yang lebih banyak, serta pemberian bantuan sosial kepada warga miskin yang tidak produktif.

“Pada akhirnya upaya-upaya tersebut, telah dan akan terus dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui program atau kegiatan yang dilaksanakan oleh dinas/badan/lembaga. Di samping itu, semoga dapat lebih ditingkatkan intensitasnya melalui pemanfaatan anggaran pemerintah desa,” pintanya.

Dia mengatakan, hal itu dilakukan dengan memprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga miskin, dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. “Misalnya seperti pemenuhan makanan bergizi, pakaian, rumah, air bersih, serta akses terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan. Kemiskinan terjadi karena berbagai faktor yang memiliki kompleksitas tinggi,” ujarnya.

Sebab dalam banyak kasus kata Edo, penyebab dan dampak kemiskinan memerlukan langkah-langkah serta pendekatan yang terencana, terarah, terpadu dan menyeluruh. “Insya Allah kita akan berjuang semaksimal mungkin untuk membebaskan Kuningan dari kemiskinan. Mohon doa dan supportnya dari semua lapisan masyarakat Kabupaten Kuningan,” tekadnya.

Dijelaskan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pada September Tahun 2018, angka kemiskinan secara nasional adalah 25,67 juta orang atau 9,66 persen dari total penduduk. Sementara di Provinsi Jawa Barat pada tahun yang sama, terdapat 3,53 juta orang miskin (7,25% dari jumlah penduduk).

Nah sedangkan di Kabupaten Kuningan, tahun 2018 masih terdapat 131.160 orang penduduk miskin atau 12,22% dari jumlah penduduk. Tentunya kondisi yang masih di atas angka nasional dan Jawa Barat ini, harus terus menjadi perhatian kita bersama,” pungkasnya. (ags)

Berita Terkait