Vina Garut, Terdakwa Mengaku Sudah Pernah Lapor Polisi sebelum Videonya Viral

vina-garut
SIDANG. Tiga terdakwa kasus video porno menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Garut. Yana Taryana/Rakyat Garut

GARUT– Sejumlah fakta terungkap dari keterangan para saksi maupun terdakwa dalam kasus video threesome, yang tenar dengan nama Vina Garut.

Kuasa hukum salah satu pemeran video tersebut, Asri Vidya Dewi mengungkapkan, dalam keterangan terdakwa, kliennya pernah melapor ke Polres Garut sebelum video itu viral di media sosial.

Laporan tersebut disampaikan pada 6 Agustus 2019. Saat itu, kliennya berinisial P (19) melaporkan terkait dengan penyebaran video tersebut. “Baru pertengahan Agustus video ini viral,” ujar Asri, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Garut, seperi dikutip dari Radar Tasikmalaya.

Laporan tersebut disampaikan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut. Namun ketika itu, kliennya diminta menyertakan bukti-bukti yang dibutuhkan.

Di sini Asri merasa ada hal yang aneh. Pasalnya bukti-bukti mestinya dicari oleh pihak yang berwenang. Bukan pelapor. “P ini kan korban. Apalagi sudah pernah melaporkan penyebaran video ini, tapi malah penyidik minta dicarikan buktinya,” tutur dia.

Keterangan P terkait dengan laporan ke Polres Garut memang tidak ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Tapi dalam keterangan di persidangan, perihal laporan ini disampaikan di depan majelis hakim.

Di lain pihak, Kepala Satreskrim Polres Garut, AKP Maradona Mappaseng mengaku tidak bisa memastikan P telah melapor ke Polres Garus sebelum video itu viral. “Banyak yang datang melapor, penyidik yang saya tanyakan tidak yakin itu P atau bukan,” katanya.

Soal laporan yang tidak diterima, dijelaskan dia, penyidik dapat meminta pelapor untuk melengkapi barang bukti yang jelas. Sebab, dalam laporan juga harus disertai dengan bukti-bukti yang menguatkan. (yud)

Berita Terkait