Turun dari Truk, Remaja Tewas Tergilas

Sopir Tidak Tahu Korban Terpeleset dan Masuk Kolong Mobil

Polisi dan warga mengevakuasi jasad Kafidin dari lokasi kejadian.FOTO:POLSEK ARJAWINANGUN FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Tragis dialami seorang remaja asal Jagapura Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Remaja yang disebut sebagai anak punk bernama Kafidin (18) itu meregang nyawa di lokasi kejadian setelah tergilas roda dump truk nopol Z 9041 HC.

Data yang dihimpun Radar Cirebon, peristiwa mengenaskan itu terjadi di jalur Tegalgubug-Arjawinangun, tepatnya di Desa Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Sabtu (9/11) sekitar pukul 12.30 WIB. Insiden bermula saat korban melakukan perjalanan hendak pulang ke rumahnya di Desa Jagapura, Kecamatan Gegesik, dengan cara akan mengompreng dump truk nopol Z 9041 HC yang melaju dari Tegalgubug menuju Arjawinangun.

Korban saat turun dari mobil omprengan tersebut justru terpeleset dan tergilas roda truk. “Jadi saat penumpang dump truk (korban meninggal, red) mau turun, kemudian terpeleset dan terjatuh ke bawah kolong truk itu tanpa sepengetahuan sopirnya. Truk jalan sehingga roda truk menggilas tubuh korban,” papar Kapolsek Arjawinangun Kompol Sukhemi.

Akibat kejadian itu, kaki di bagian selengkangan korban hancur. Tulang kaki korban sampai keluar. Darah pun memenuhi aspal. Warga setempat yang melihat kondisi mengenaskan tersebut tidak bisa berbuat apa-apa, hanya menutupi bagian tubuh korban yang tergilas dengan daun pisang dan menunggu pihak kepolisian datang ke lokasi kejadian.

Tidak lama setelah kejadian, polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Dibantu dengan masyarakat setempat, polisi mengangkat mayat korban ke mobil Unit Lantas Polsek Arjawinangun dan melakukan evakuasi ke RSUD Arjawinangun. “Korban meninggal dunia di TKP. Dari TKP langsung dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Arjawinangun,” kata kapolsek.

Petugas Unit Laka Lantas Polres Cirebon Kabupaten juga datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP sekaligus memeriksa beberapa saksi. Kendaraan dump truk langsung dibawa ke Mapolsek Arjawinangun untuk dijadikan sebagai barang bukti lakalantas. Tidak hanya itu, polisi juga ke RSUD Arjawinangun untuk memeriksa mayat korban.

Sementara sopir dump truk yang bernama Iksani (31) warga Palimanan Barat, Kecamatan Gempol,  Kabupaten Cirebon, dibawa ke Polres Cirebon Kabupaten untuk menjalani pemeriksaan. ”Sopir dump truk sudah kita periksa. Dia statusnya sebagai saksi,” kata Kanit Laka Lantas Polres Cirebon Iptu Endang Kusnandar.

Menurut Endang Kusnandar, hasil dari pemeriksaan tersebut, awalnya korban dengan temannya hendak mengompreng dump truk. “Sudah diingatkan sopir agar jangan naik. Tapi korban tetap naik. Sedang temannya gak naik,” jelas Endang.

Sopir saat itu, lanjut Endang, tidak tahu kalau korban tetap naik. “Korban ini naik duluan, temannya gak jadi naik. Nah, saat dia tahu temannya gak jadi naik, korban turun lagi. Di situlah dia terpeleset dan jatuh. Sopir tidak tahu, dia mengira tidak jadi naik semua. Sehingga saat korban terpeleset dan jatuh ke kolong, sopir pun tidak tahu,” kata Endang. (cep)

Berita Terkait