Trauma Preman, Kedai Kopi Tutup, Leher Barista Diancam Digorok, Pelaku Mengaku Kebal Hukum

CIREBON-Ancaman gorok leher itu bikin sang barista benar-benar ketakutan. Peracik kopi itu diancam digorok lehernya oleh preman, Selasa malam (3/9) lalu sekitar pukul 21.10. Pelaku mengaku orang yang kebal hukum. Dari kejadian itu, warung kopi dengan nama Kedai Kopi Pekalipan itu pun tutup selamanya per 7 September 2019.

Tutupnya Kedai Kopi Pekalipan sempat diunggah di Instagram @kopipekalipan. Kalimatnya; sejak malam ancaman penusukan oleh sang preman 3 September 2019 jam 21.10, hati kami sudah tak kuasa menyeduh. Hari ini Sabtu 7 September 2019 jam 13.52 WIB Kopi Pekalipan pamit. Terima kasih kepada pelanggan setia kami, sejak 9 Januari 2015.

Jumat (13/9), Radar Cirebon mewawancarai sang barista. Ia  meminta namanya tak ditulis karena masih trauma dengan kejadian itu. “Saya tusuk kamu. Saya sudah biasa nusuk orang. Pejabat juga pada takut sama saya. Kalau saya dipenjara, satu hari juga sudah bebas,” tukas sang barista, menirukan ancaman preman itu.

Ketika mengingat-ingat kejadian itu, ia seperti mendadak tertekan. Tertekan oleh ancaman mengerikan yang pernah dialami. Dikatakan, pelaku pengancaman sempat mengaku anggota lembaga tertentu. Pelaku juga mengaku mengenal pejabat-pejabat dan orang penting di Cirebon.

Barista menyebut ciri-ciri fisik preman itu. Berusia sekitar 27 hingga 32 tahun. Berpenampilan layaknya pengunjung lain pada umumnya. Pelaku juga menggunakan motor dan selalu datang seorang diri ketika berkunjung. “Dia bilang masih mending kamu disamperin sama saya, kalau sama petinggi saya bisa digorok leher kamu,” cerita sang barista.

Secara jujur, sang barista masih merasa khawatir. Bahkan ketika bercerita kepada Radar Cirebon mengenai kejadian itu, ia pun begitu waswas. “Masih shock sampai sekarang. Bagaimana saya mau membuat kopi jika ada ancaman seperti itu,” jelasnya.

Halaman: 1 2

Berita Terkait