TKW Asal Indramayu Dilecehkan Majikan di Hongkong, Mengadu ke PT Minta Pulang Malah Harus Bayar

tki-ilustrasi-dok
Ilustrasi. (dok. jawapos.com)

INDRAMAYU – Tenaga kerja wanita (TKW) asal Indramayu berinisial N (29), mengaku menjadi korban perbuatan tidak senonoh yang dilakukan majikannya di Hongkong. Dia dipaksa majikannya untuk berhubungan badan.

N pun menolak ajakan majikannya. Namun, majikannya malah menyiksanya dengan pecut serupa lidi besar.

Kejadian tidak mengenakan yang dialaminya sejak pertama bekerja di majikannya. Bahkan, kejadian serupa tidak hanya sekali. Hingga korban terpaksa memilih tidur di kamar mandi untuk menghindari pelecehan seksual yang dilakukan sang majikan.

Karena itu, N memilih untuk mengadu ke PT yang memberangkatkannya untuk pulang. Nahas, pengaduannya justru tidak direspons dengan positif.

Dikutip dari Tribuncirebon.com, PT Citra Karya Sejati (CKS) yang memberangkatkan N meminta Rp 30 juta jika ingin kembali ke Indonesia. Alasannya sebagai ganti rugi.

“Selama saya bisa pulang ya sudah saya bilang ke keluarga untuk bawa uang ke PT, tapi baru dibayarkan Rp 20 juta. Saya terus diizinkan untuk pulang,” kata N saat dihubungi Tribuncirebon.com, Kamis (8/11).

Karena itu, N mengaku dirugikan secara moril maupun materil. Terlebih kontrak kerja yang ditandatangani sebelum pemberangkatan, N dijanjikan bekerja untuk Take Care of Disable atau merawat orang cacat.

“Perjanjian kontrak bilangnya merawat orang lumpuh total makanya saya terima. Karena kakek-kakek menurut saya tidak akan terjadi apa-apa,” ucap N.

Namun, orang yang menjadi majikannya justru seorang pria berumur 62 tahun yang kondisinya sehat. Majikannya bahkan menjemput dan membawakan barang-barang milik N seorang diri ke rumahnya saat sampai di Hongkong.

Masih menurut N, setelah sampai di rumah tanpa basa-basi majikannya langsung telanjang dada. Majikannya meminta N melayani hubungan badan.

“Saya diperlakukan tidak seronok selama kerja di sana, cuma bekerja tiga hari saja saya tidak kuat,” ujar dia.

Karena menjadi korban, kini N mengadu ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu. Dia berharap, persoalan yang dihadapinya bisa diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku. (hsn)

Berita Terkait