Tito Jabatan Baru, Mahfud MD Cocok Menkumham

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga dipanggil bersamaan dengan proses seleksi calon menteri pada Senin (21/10). Tito juga datang melalui pintu tamu istana.FOTO: IST

JAKARTA-Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga dipanggil bersamaan dengan proses seleksi calon menteri pada Senin (21/10). Tito juga datang melalui pintu tamu istana. Sama dengan calon lainnya. Padahal, biasanya Kapolri dan Panglima TNI memiliki jalur khusus. Yakni melalui pintu Wisma Negara. Polri mengisyaratkan mantan Kapolda Metro Jaya itu kemungkinan akan mendapat jabatan baru.

“Memang benar Pak Tito dipanggil oleh Presiden. Pertemuan sekitar satu jam. Tetapi, saya tidak tahu apa hasil pembicaraan itu. Karena saya tidak ikut masuk. Mungkin ada semacam jabatan baru untuk Pak Tito. Selanjutnya, kita keluar dan ke kantor Panglima TNI bicara soal keamanan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri, Senin sore (21/10).

Sementara terkait posisi menteri, Direktur Polcomm Institute, Heri Budianto menilai Mahfud MD cocok mengisi posisi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham). Mahfud mempunyai latar belakang mantan Ketua MK dan mantan Menteri Pertahanan. Selain itu, Mahfud juga memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai. Yakni guru besar hukum tata negara. “Kalau Mahfud MD cocoknya di Menkumham. Sepertinya dia kalangan profesional pertama yang akan menduduki jabatan tersebut,” jelas Heri.

Dengan menunjuk Mahfud MD sebagai Menkumham, akan memberikan implikasi baik. Terutama penyelesaian rancangan dan undang-undang yang sampai saat ini masih kontroversial. Seperti UU KPK. “Karena nanti yang menggodok Perppu di Kemenkumham. Memang baiknya menteri dari kalangan profesional, bukan partai,” ucapnya.

Ada peluang juga Mahfud MD menduduki jabatan Menkopolhukam. Namun, selama ini posisi tersebut selalu diduduki purnawirawan jenderal TNI. “Memang tidak salah profesional berada di situ. Tetapi dari sisi loyalitas, disiplin, integritas dan kapabilitas, tentara sudah mumpuni dan teruji,” imbuhnya.

Mahfud sendiri mengaku belum tahu posisi apa yang akan diembannya. Menurutnya, saat bertemu, dirinya dan Jokowi berbicara soal politik dan penegakan hukum dan HAM. Presiden, lanjutnya, berbicara soal persoalan dan target yang akan dicapai selama 5 tahun ke depan. “Saya belum tahu posisi apa. Saya tidak dalam posisi memilih. Presiden sudah tahu dan paham posisi apa yang tepat untuk saya,” tegas Mahfud.

Halaman: 1 2

Berita Terkait