Tiap Hari, Rata-rata Dua Kebakaran

Warga berkendara melewati lahan yang terbakar di kawasan Pamengkang, beberapa waktu lalu. Sejak Januari telah tercatat sedikitnya 2010 kebakaran baik lahan maupun rumah.FOTO:OKRI RIYANA/DOK/RADAR CIREBON

CIREBON-Periode Januari hingga November 2019, kebencanaan Kota Cirebon didominasi kebakaran dan pohon tumbang. Dari data Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD), tercatat sedikitnya 210 kejadian kebakaran dan 32 pohon tumbang.

Berbagai penyebab yang mempengaruhi. Seperti kelalaian manusia, hingga faktor alam. Untuk pohon tumbang, rata-rata disebabkan karena kondisi angin yang besar dan usia pohon yang lapuk. Selama 11 bulan, pohon tumbang terbanyak terjadi pada bulan Maret, yakni sebanyak 16 kejadian. Sementara untuk Januari, Juni, Juli, dan Oktober, nihil alias tidak ada peristiwa yang tercatat dalam data KPBD.

Akibat pohon yang tumbang, mengalami beragam kerugian, baik material maupun korban luka. Seperti kejadian yang baru terjadi, tepatnya Kamis (7/11). Akibat lapuknya pohon di Jl Slamet Riyadi, Kecamatan Kejaksan, batang pohon tumbang menimpa seorang anak berusia 7 tahun. Anak tersebut mengalami luka serius di bagian kepala dan meski dilarikan ke rumah sakit.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. KPBD Kota Cirebon segera melakukan assessment, memotong dan memindahkan batang pohon yang menghalangi jalan ke tempat yang lebih aman,” ujar Koordinator Pusdalops Penanggulangan Bencana KPBD Aji Akbar kepada Radar Cirebon.

Waktu kejadian pohon tumbang, rata-rata terjadi pada tengah malam. Beruntung, sepanjang tahun 2019 ini, tidak ada korban yang mengakibatkan hingga meninggal dunia. Sementara itu, jumlah kebakaran hingga November 2019 mencapai 210. Akihir-akhir yang banyak terjadi adalah kebakaran lahan yang disebabkan karena kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan hingga membakar sampah yang tidak diawasi.

Selain melakukan pemadaman api, dinas pemadam kebakaran tergolong multifungsi. Seperti melakukan penyelamatan hingga mengevakuasi tawon dari sarangnya. “Terbanyak kebakaran lahan kosong atau sampah. Kemudian terbanyak kedua adalah kebakaran bangunan,” kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Operasi dan Investigasi Damkar Kota Cirebon Ahmad Wahyudi. (ade)

Berita Terkait