Ternyata, Sejak Juli Yasonna Sudah Rencanakan Mundur

Menkum-HAM Yasonna H Laoly. Foto: FIN/Radar Cirebon.

JAKARTA – Publik tanah air terkaget-kaget dengan pengunduran diri Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum-HAM) Yasonna H Laoly. Sesungguhnya, Yasonna dalam beberapa kesempatan sudah beberapa kali menyinggung rencana pengunduran dirinya. Sehubungan dengan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif Daerah Pemilihan Sumatera Utara I yang bakal menempatkannya di DPR RI.

Saat membuka rapat koordinasi pengendalian kerja dan evaluasi Kemenkum-HAM, Yasonna menyinggung soal masa jabatannya yang segera berakhir. “Masa jabatan saya untuk periode Kabinet Kerja ini akan berakhir pada tahun ini. Oktober,” kata Yasonna, di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (1/7).

Dalam kesempatan itu, ia pun menyinggung soal warisan yang membanggakan ingin ditinggalkan atas kiprahnya sebagai Menkum-HAM. “Saya ingin meninggalkan seperti yang saya selalu katakan, meninggalkan Kemenkum-HAM dengan suatu legacy yang baik dan membanggakan,” kata Yasonna.

Politikus PDIP itu juga mengingatkan segala sesuatu bisa saja terjadi setelah masa jabatannya habis di Kemenkum HAM. Dia mengaitkan dengan politik yang tidak bisa ditebak.

TINGGALKAN MASALAH RKUHP

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yassona H Laoly secara resmi menyampaikan pengunduran diri, Jumat (27/9). Selama menjabat menteri sejak 2014, Yasonna meninggalkan sejumlah kebijakan yang menuai kontroversi. Salah duanya adalah Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan RUU Pemasyarakatan (PAS). Dua rancangan undang-undang itu bahkan memantik demo mahasiswa besar-besaran di sejumlah daerah sejak 23 September lalu.

Dalam petikan surat bernomor M.HH.UM.01.01-168, tertanggal 27 September 2019, Yassona menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjabat banyak kekurangan dan kelemahan.

Adanya surat pengunduran diri Yasonna Laoly itu dibenarkan oleh Kepala Biro Humas Kemenkumham Bambang Wiyono. “Ya benar (mengundurkan diri),” kata Bambang, Jumat (27/9). (yud)

Berita Terkait