Terlibat JAD, Rumah Pegawai PLN Digeledah Tim Densus 88 di Desa Kalitengah

Tim Densus 88 dan Polres Cirebon Kota menggeledah rumah terduga W di Desa Kalitengah, Kecamatan Tengah Tani, RT 03 RW 02, No 26, Kabupaten Cirebon, Jumat (18/10).FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON-Setelah sebelumnya  Tim Densus 88 anti teror menggeledah rumah terduga teroris A dan O, giliran rumah terduga W (20) di Desa Kalitengah, Kecamatan Tengah Tani, RT 03 RW 02, No 26, Kabupaten Cirebon didatangi Tim Densu 88 anti terror bersama Polres Cirebon Kota (Ciko).

Penggeledahan tersebut dilakukan Jumat siang (18/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Kedatangan Tim Densus ini menjadi pusat perhatian warga sekitar yang hendak melihat langsung proses penggeledahan. Ketatnya penjagaan yang dilakukan anggota Satuan Sabhara Polres Cirebon Kota, warga hanya bisa menyaksikan sekitar 30 meter dan dibatasi garis polisi atau police line.

Dalam penggeledahan tersebut disaksikan aparatur desa dan ketua RW dan RT setempat . Penggeledahan yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti sebilah senjata tajam sejenis parang, aki (accu), dan barang bukti lainnya.

Terduga W ini sebelumnya ditangkap Tim Densus 88 pada Kamis malam (17/10) saat keluar dari salah satu swalayan di Kota Cirebon. Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy membenarkan penangkapan W di salah satu swalayan tersebut. Dan terduga W merupakan jaringan JAD Cirebon. “Iya benar,  W telah dilakukan penahan pada Kamis malam (17/10) dan Tim Densus bersama Polres Cirebon Kota melakukan pengeledahan di rumahnya,”  ujar mantan penyidik KPK ini, Jumat (18/10).

Sementara itu, menurut keterangan Adi  warga setempat menuturkan, dirinya  tidak menyangka  kalau W terlibat jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon yang berfaham radikal. “Jelas Kaget. Kok banyak Polisi dan anggota Densus 88 bawa senjata datang ke rumah W. Jujur saya bahkan warga di sini sama sekali tidak menyangka kalau dia (W, red) terlibat jaringan JAD Cirebon.  Setahu saya, dia (W, red) bekerja di PLN Tasikmalaya. Kalau pulang ke rumah orang tuanya di Cirebon setiap hari Sabtu dan Minggu,” ujarnya.

Masih kata Adi, sifat terduga W terhadap warga biasa saja selalu membaur dan baik tidak terlihat seperti anggota teroris. “ Dia orangan sama seperti warga lainnya membaur dengan tetangga dan baik. (rdh)

Berita Terkait