Terindikasi Pungli, CFD Siliwangi Dihentikan

PKL CFD Jalan Siliwangi tetap berjualan, mereka berkumpul di sekitar Alun-alun Kejaksan, Minggu (17/11).FOTO:AGUS RAHMAT/RADAR CIREBON

CIREBON-Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau lebih dikenal dengan Car Free Day (CFD) Jl Siliwangi, terindikasi menjadi lahan pungutan liar. Tujuan utama CFD sendiri, sudah bergeser. Sehingga diputuskan untuk sementara dihentikan. CFD Siliwangi sudah kerap dikeluhkan. Sejak beralih menjadi pasar dadakan jalan protokol di tengah kota. Ruang untuk kegiatan CFD menjadi terbatas, pungutan liar atas pedagang dan ekses menumpuknya sampah.

HOT-NEWSKepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Drs H RM Abdulah Syukur MSi mengatakan, pada rapat koordinasi dengan stakeholder terkait, sudah diputuskan untuk menghentikan CFD di Jalan Siliwangi. Karena terjadi pergeseran tujuan dari diadakannya CFD tersebut. “Penghentian CFD terjadi untuk evaluasi, setelah terjadi pergeseran maksud diadakan CFD,” katanya kepada Radar Cirebon, Minggu (17/11).

Dia melanjutkan, tujuan dari CFD adalah mengurangi pengeluaran gas buang dari kendaraan bermotor dengan menutup satu ruas jalan selama beberapa jam. Nyatanya, kini menjadi areal pasar dadakan dan kegiatan di luar CFD. Seharusnya CFD diisi oleh berbagai aktivitas masyarakat seperti olahraga dan menampilkan kreativitasnya.

Tapi yang terjadi adalah jadi ajang berjualan para pedagang kaki lima. Ini terbukti, sekarang ketika Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) menghentikan kegiatan untuk evaluasi, PKL tetap berjualan. “Yang lebih parah lagi, CFD merupakan fasilitas dari pemerintah dan gratis untuk masyarakat, yang terjadi di lapangan ada penarikan iuran oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” ungkapnya.

Tujuan CFD untuk menurunkan emisi karbon gas buang dari kendaraan menjadi tidak jelas. Malah terjadi juga penumpukan sampah akibat dari aktivitas PKL. Tentunya pihaknya yang tetap turun tangan untuk membersihkannya. Karena para pedagang menganggap sudah membayar iuran anggota, sehingga selesai berjualan tidak perlu dibersihkan. “Ini memperlihatkan, dengan mengatasnamakan CFD, ada oknum yang menarik iuran ke PKL. Giliran sampah menumpuk usai acara, kami yang disalahkan,” terangnya.

Pantauan wartawan Radar Cirebon ini di CFD Jalan Siliwangi, masyarakat masih tetap ada yang berolahraga. PKL pun masih tetap berjualan, namun tidak sebanyak sebelumnya, dan para PKL berkumpul dekat Alun-alun Kejaksan. Seorang pedagang makanan Eni Nuraeni menuturkan, penghentian CFD ini sebenarnya sudah diketahuinya dari Hari Kamis lalu. Baginya, penarikan iuran yang nilainya Rp5 ribu tidak memberatkannya. Asalkan, dia diijinkan untuk berjualan di CFD. “Iya tiap acara CFD ada yang mintain iuran. Katanya dari komunitas PKL gitu, untuk keamanan dan kebersihan,” tuturnya. (gus)

Berita Terkait