Terduga Teroris di Desa Panembahan Merupakan Anggota JAD

PENANGKAPAN-TERDUGA-TERORIS-DI-CIREBON
Petugas kepolisian menjaga ketat proses penggeledahan rumah kediaman LT, terduga teroris, di Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Senin (14/10) malam. Foto: Dedi Haryadi/radarcirebon.com

CIREBON-Setelah menangkap dua terduga teroris jaringan JAD di wilayah Kabupaten Cirebon, Densus 88 kembali menangkap seorang terduga teroris berinisial LF.

LF ditangkap Tim Densus 88 di rumahnya Desa Panembahan, Blok Tanah Baru Selatan, RT 06 RW 02, Kabupaten Cirebon, Senin malam (14/10), sekitar pukul 20.00 WIB. LF merupakan satu jaringan JAD dari para terduga teroris yang sebelumnya ditangkap di Cirebon dan Indramayu.

Usai diamankan, Tim Densus 88 bersama Polres Cirebon Kabupaten langsung melakukan penggeledahan di rumah terduga. Hasil penggeledahan, Polisi mengamankan sejumlah barang seperti senjata tajam berupa golok, beberapa unit handphone, cairan kimia, dan sejumlah buku. Terduga LF langsung dibawa Densus 88 ke Jakarta beserta barang bukti.

“Benar, tadi sekitar pukul 20.00 WIB, Tim Densus 88 telah menangkap terduga berinisial LF.  Dan saat kita geledah di rumahnya ditemukan golok, 3 handphone, beberapa buku dan beberapa cairan kimia.  LF masih satu rangkaian para terduga anggota JAD yang ditangkap sebelumnya. LF masih diperiksa Densus untuk dilakukan pengembangan,” ujar Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Suhermanto kepada radarcirebon.com di lokasi penggeledahan, Selasa dinihari (15/10).

Di tempat yang sama, Kepala Desa (Kuwu)  Desa Panembahan Abdul Khodir juga mengaku kaget mendengar ada warganya yang ditangkap  oleh Densus 88. Pasalnya, LF yang merupakan asli warga Desa Panembahan dianggap biasa dan tidak ada perubahan yang mencurigakan.

“Dia biasa saja seperti masyarakat biasa. Kita tidak curiga karena dia dilahirkan dan tumbuh di Desa Panembahan. Prilaku pun tidak ada yang berubah dan mencurigakan. Keluarganya sempat saya tanya. Tapi, keluarga juga sama kaget, dari mana pengaruh yang mendasari pelaku sampai menjadi terduga teroris,” ungkapnya.

Abdul Khodir juga menyaksikan penggeledahan yang dilakukan oleh Densus 88. Hasil dari penggeledahan itu, Densus 88 memboyong sejumlah buku, handphone, dan golok. Sebelum digeledah, LF dibekuk di rumahnya oleh Densus 88 tanpa perlawanan.

“Saya sangat prihatin dengan keluarganya. LF mumpunyai istri dan anak laki-laki yang masih berumur 3 tahun. Istrinya juga saat ini sedang hamil usia dua bulan,” terangnya kepada radarcirebon.com, Selasa dini hari (15/10) sekitar pukul 01.15. (rdh)

Berita Terkait