Teater Alamat Helat Pentas Budaya Kota Cirebon

Setengah Komplek-X, Realitas Kaum Menengah ke Bawah

Pertunjukkan Setengah Komplek X dari Tater Alamat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, belum lama ini. Setengah Kompleks-X juga akan ditampilkan di Gedung Graha Pena Radar Cirebon, Jl Perjuangan, Sabtu (9/11).FOTO:ANDI ANDUR/TEATER ALAMAT FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Teater Alamat bakal mampir di Kota Cirebon. Melalui Pementasan “Setengah Kompleks-X” di Gedung Graha Pena Radar Cirebon, Jl Perjuangan, Sabtu (9/11). Pertunjukkan ini, sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat.

Setengah Kompleks-X bercerita tentang problem kehidupan masyarakat menengah ke bawah pada sebuah kompleks perumahan yang biasa disebut cluster: perumahan kecil, satu blok dengan hanya ada beberapa rumah.

Pertunjukan ini disutradarai oleh Budi Yasin Misbach yang dibantu oleh asisten sutradara Raden Abdul Kohar, dan diperankan oleh 12 pemain. Para pemain itu adalah: Para Muhammad Muamar Khadafi, Umyati Puspita Sari, Anang Pratama, Srimpi Pamulatsih, Bilal, Pinasti Nuring Hapsari, Mudrika Risaliva, Dedes Woro Hapsari, Andika Pratama, Alamsyah, Nur Huda, Novi Astria, Mega Bintang Triyani, Ongky Susu dan Madin Tyasawan.

Seperti karya-karya sebelumnya yang menekankan unsur-unsur eksterior, Budi Yasin juga akan menghadirkan bentuk pertunjukan yang menampilkan perumahan cluster ke atas panggung. Ada empat hunian dengan masing-masing penghuni adalah dua pasang suami-istri, seorang janda dan anaknya, serta tiga karyawan laki-laki. Hunian mereka diberi kode “X”, mulai dari X1 sampai X6.

Ada banyak problem masyarakat yang diangkat melalui pertunjukan ini, antara lain: konflik monopoli penguasaan kran air, kesewenangan membunyikan klakson kendaraan, mendikotomikan antara “warga mampu” dan “tak mampu”, atau mempersoalan geografi letak rumah yang dekat dan yang jauh.

Begitu pun pada cara pandang terhadap perempuan yang kisaran konfliknya pada urusan cinta dan kesetiaan, kejujuran, kecemburuan. Kemudian bertumbuh pula rasa takut dan kekuasaan di antara para penghuni akibat teror verbal berupa sindiran, cemoohan, dan bahkan umpatan kemarahan serta perselingkuhan.

Selain itu, persoalan-persoalan percintaan dan keintiman seksual dihadirkan secara gamblang ke atas panggung. Berjangkitnya cara pandang terhadap sosok perempuan, dan rasa takut, curiga, dan berpikir negatif pun menghinggapi para penghuni blok.

Dari problem-problem itu, munculah relasi yang timpang di antara mereka. Misalnya, ada penghuni yang merasa paling berkuasa terhadap kran air. Sebaliknya, ada penghuni yang merasa takut kehilangan suami; takut kehilangan burung piaraan; takut kehilangan sahabat; dan takut kehilangan pekerjaan.

Pada puncaknya, konflik itu berujung pada ancaman pembunuhan oleh seorang karyawan (duda) terhadap sahabatnya sendiri, yang juga adalah rekan kerja sekantor. Namun sosialitas yang terjalin di antara penghuni bisa melerai konflik yang dapat berujung kematian itu.

Hebatnya, pada titik ini, Budi Yasin justru mempermainkan sekaligus meletakkan kekuasaan dan ketakutan sebagai dua entitas yang rentan di hadapan wacana seksualitas. Betapa tidak, dalam kasus cinta segitiga antara Anwar, Asep dan Dini, kekuasaan dan ketakutan ditimbul-tenggelamkan lewat wacana: apakah Dini memiliki otonomitas untuk menentukan laki-laki yang menjadi suaminya, ataukah ia luruh di hadapan ketakutannya terhadap ancaman bunuh diri si Anwar (duda).

Problem narasi atau wacana dan kehidupan sehari-hari yang digambarkan melalui pertunjukan ini, mengajak kita untuk melihat lebih dekat dan jelas, problem-problem yang mungkin terlewatkan dan belum sempat direnungkan secara mendalam: mulai dari problem sosialitas, humanis, seksualitas, terpaan teknologi, hingga wacana feminisme.

Teater alamat sendiri, yang didirikan pada tahun 2009, merupakan sebuah teater independen yang terbentuk dari beberapa alumni teater SMAN 94 Jakarta. Nama Alamat adalah sebuah akronim dari “Anggota Lama SMA Sembilan Empat”.

Anggota Teater Alamat awalnya dikhususkan untuk para alumni ekstrakulikuler Teater SMAN 94, yaitu Teater Nona Tetra yang telah lulus sekolah namun tetap ingin berkarya didunia seni, khususnya seni teater. Dan seiring berjalannya waktu, kini Teater Alamat memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para generasi muda yang ingin ikut bergabung, hingga semakin meluaskan jaringan anggotanya di Jakarta Barat hingga DKI Jakarta dan Tangerang.

Berbagai prestasi telah berhasil diraih dalam berbagai festival dan perlombaan, hingga pada tahun 2016 dinyatakan sebagai Grup Teater Senior dari FTJ. Jangan lewatkan penampilan Teater Alamat di Studio Kaliandra, Graha Pena Radar Cirebon, Sabtu (9/11). Pementasan dilakukan dua kali yakni, pukul 15.30 WIB dan 19.30 WIB. (yud/rls)

Berita Terkait