Tawuran Sudah Berdamai, tapi Masih Saja Nyerang, Pelajar dan Guru Lapor Polisi

KORBAN: Para pelajar dari salah satu SMK di Kabupaten Cirebon melapor ke Mapolsek Weru, kemarin, setelah diserang pelajar SMK lain yang datang dari arah Kota Cirebon.FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON- Sebanyak 6 pelajar dan dua guru dari salah satu SMK yang ada di Kabupaten Cirebon mendatangi Mapolsek Weru, Selasa sore (14/1) sekitar pukul 16.25 WIB. Mereka mengadu kepada polisi karena telah diserang oleh pelajar dari SMK lain yang datang dari arah Kota Cirebon.

Salah satu guru berinisial EO kepada pihak kepolisian mengatakan pihaknya sebenarnya sudah membentuk kesepakatan damai dengan pihak SMK dari Kota Cirebon. Namun, masih saja ada penyerangan. “Awalnya anak-anak mau pulang, saya antar ke depan. Di depan juga ada polisi. Posisi kita juga lagi bubaran. SMK yang dari Kota Cirebon awalnya lewat di depan sekolah. Mereka tidak menyerang, anak-anak kami juga biasa saja,” paparnya di hadapan polisi.

EO pun mengira tidak akan terjadi apa-apa. Para murid pun kemudian pulang menggunakan mobil angkutan umum. Tapi setibanya di lampu merah Weru, puluhan pelajar SMK yang datang dari arah Kota Cirebon tiba-tiba menyerang dengan melempari batu dan kayu. “Anak-anak malah di serang di lampu merah. Akibat kejadian itu, anak-anak ada yang luka lecet dan ada pula yang kepalanya berdarah kena lemparan batu. Kita juga sempat kejar para pelakunya,” katanya.

LOKASI KEJADIAN: Polisi langsung turun mencegah terjadinya tawuran pelajar di lampu merah Weru.
FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

Setelah berhasil membubarkan aksi tawuran itu, sebagian guru ada yang mengejar para pelaku, dan sebagian lagi ada yang memberikan pengobatan kepada siswa yang terluka. Terutama pelajar yang berinisial RF yang terpaksa harus berobat ke puskesmas terdekat karena benturan dengan kayu balok. Sedangkan sisanya langsung mendatangi Mapolsek Weru untuk melaporkan peristiwa penyerangan itu.

Mendapatkan laporan itu, Kapolsek Weru AKP Didin Jarudin bersama dengan anggotanya langsung terjun ke lapangan untuk mengejar para pelajar yang melakukan penyerangan. “Kita mengejar pelajar yang menyerang, tapi mereka keburu kabur. Nanti pihak yang terduga akan kita panggil dan diarahkan ke mediasi agar tidak terjadi lagi tawuran,” papar kapolsek.

Menurut kapolsek, kemungkinan besar yang menjadi korbannya saat ini juga merupakan pelaku sebelumnya. Oleh karenanya, pihaknya juga melakukan pembinaan kepada para pelajar yang jadi korban dan memberikan saran agar lebih disiplin. “Akan kita upayakan bersama-sama agar kejadian ini tak terulang lagi,” pungkas kapolsek. (cep)

Berita Terkait