Tawon Vespa yang Membuat Belasan Petugas Damkar Berakhir di RS

Invasi Predator Perut Kuning

Petugas Damkar Kota Cirebon memeragakan baju khusus untuk melakukan evakuasi sarang tawon.FOTO: GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Di beberapa daerah dilaporkan sengatan tawon yang mengakibatkan korban jiwa. Di Kota Cirebon, sebaran serangga berbahaya ini juga cukup masif. Belasan petugas Pemadam Kebakaran pun dibuat berakhir di rumah sakit lantaran kena sengat saat melakukan evakuasi.

“Kena sengatan. Ini ujung jarinya kena,” kata petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), saat membantu memberikan pertolongan pertama kepada rekannya, Kamis (12/12).

Petugas damkar tersebut terbaring di Ambulans Public Safety Center (PSC) 112. Kemudian dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati. Mereka baru saja melakukan evakuasi sarang tawon vespa affinis di sebuah komplek perumahan di Jl Perjuangan.

Bukan sekali ini petugas damkar harus dilarikan ke UGD akibat sengatan tawon vespa affinis. Sejauh ini, sudah ada belasan petugas yang jadi korban. “Sudah tiga kali penyelamatan yang berakhir di UGD. Kalau personel udah belasan yang jadi korban,” kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan Operasi dan Investigasi Damkar Kota Cirebon Ahmad Wahyudi kepada Radar Cirebon, Jumat (13/12).

Di Kota Cirebon, memang tidak ada laporan warga terkena sengatan hingga korban jiwa. Namun, petugas damkar sepanjang tahun ini cukup disibukkan dengan evakuasi sarang tawon yang tidak menghasilkan madu ini. Terhitung sejak Januari hingga Desember, sudah dilakukan 60 kali evakuasi sarang tawon, khususnya dari lingkungan permukiman warga.

Evakuasi memang mesti melibatkan petugas. Sengatan predator ini sungguh berbahaya. Warga disarankan tidak menangani langsung evakuasi serangga berbahaya ini. Sebab, petugas damkar juga harus menggunakan pakaian khusus. Walau begitu, tetap saja sengatan tawon bisa menembus pakaian yang cukup tebal itu. “Masih bisa tembus. Lebih baik pakaian oranye yang biasa kalau pemadaman kebakaran. Tinggal di modif, atau dilapisi biar tidak tembus sengatan,” kata AW –sapaan akrab Ahmad Wahyudi- saat ditemui di kantornya.

Petugas Damkar biasa melakukan evakuasi pada malam hari atau ketika suhu udara rendah, misalnya pasca hujan turun. Kenapa malam hari? Karena di waktu itu penglihatan tawon tidak maksimal seperti halnya di siang hari. Saat masih terang, tawon biasanya akan mendekat dan menyengat dari sumber cahaya yang ada di sekitar.

“Kalau siang, tawon sedang aktif dan tidak disarankan melakukan evakuasi. Karena ya bahaya. Lebih baik malam hari dengan cahaya dan suhu yang rendah. Kalaupun siang, lebih baik setelah hujan. Karena setelah hujan atau malam hari, penglihatan dan gerak tawon terbatas,” tuturnya.

Halaman: 1 2 3

Berita Terkait