Tata Cara Salat Idul Fitri dan Hukumnya

Oleh: DR Ahmad Yani MAg

idul-fitri-attaqwa
Suasana Alun-alun Kejaksan saat pelaksanaan Idul Fitri 1437 H dari ketinggian. Foto: Dok. Radar Cirebon

SALAT Idul Fitri hukumnya sunah mu’akkad (sunah yang dikuatkan) dan sunah dilakukan secara berjamaah. Salat Idul Fitri seperti dicontohkan oleh Nabi dilakukan di tanah lapang, tetapi boleh juga dilakukan di dalam masjid atau musala.

Hal-hal yang sunah dilakukan sebelum Salat Id yakni: a. mandi dengan sempurna, b. memakai pakain yang bersih dan bagus plus wewangian. c. menuju tempat salat memilih jarak yang lebih panjang daripada pulangnya seperti dilakukan oleh Nabi SAW.

Adapun tata cara Salat Idul Fitri adalah:

  1. Niat Salat Idul Fitri

Bagi yang suka boleh ditambah ucapan “Usholli sunnata ‘iidil fithri rok’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillahi ta’aala”;

  1. Takbir, “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan seperti salat fardhu;
  2. Tangan bersendekap dan membaca doa iftitah;
  3. Membaca tasbih: “Subhanallahi wal khamdulillahi walaa illaha illalahu allahu akbar”;
  4. Setelah membaca tasbih, tangan kembali diangkat setinggi bahu sambil membaca kalimat takbir;
  5. Setelah itu kembali sendekap dan membaca tasbih, selanjutnya seperti itu hingga tujuh kali;
  6. Setelah takbir 7 kali, membaca surat Al-Fatihah, dan surat pendek;
  7. Kemudian ruku’, I’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, an sujud yang kedua;
  8. Setelah sujud yang kedua, langsung berdiri sambil membaca takbir tanpa mengangkat kedua tangan;
  9. Lalu bersendekap membaca tasbih seperti rakaat pertama namun pada rakaat kedua hanya 5 kali;
  10. Dilanjutkan membaca surat Al-Fatihah, surat pendek, ruku’, I’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan tasyahud akhir;
  11. Setelah salat dilanjutkan dengan khotbah seperti khotbah Jumat dan para jamaah hendaknya menengarkan hingga selesai agar sempurnalah ibadah shalat idul fitrinya. Wallahu a’lam bisshowab.  (*)

Berita Terkait