Tangani Sungai Cipadu, DPUPR Kota Cirebon Siapkan Insentif untuk Warga

CIREBON–Sungai Cipadu belakangan jadi sorotan. Tumpukan sampah di depan Keraton Kasepuhan menjadi musababnya. Sampah kerap terbawa arus dari hulu, juga terbawa oleh pasang laut di kawasan hilir.

Dari pantauan Radar Cirebon, pencemaran oleh sampah sudah terlihat di badan sungai yang berada di wilayah Kelurahan Jagasatru. Kondisinya kontras dengan penampakan di depan Keraton Kasepuhan yang telah dibersihkan Satgas Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon Drs H Agus Mulyadi MSi mengatakan, pihaknya sudah melakukan perencanaan tahun ini dan tahun depan. Dalam waktu dekat, DPUPR akan melakukan penyekatan sungai yang berada di depan keraton.

Sehingga pada waktu pagi sampai sore aliran air yang membawa sampah dari hulu tidak masuk kedepan keraton. Juga sebaliknya bila rob sampah dari hilir yakni muara laut pun tidak bisa masuk. “Kami akan memberdayakan beberapa warga sekitar untuk pemeliharaan sekat dan menjaga kebersihan sungai di depan keraton. Nanti ada insentifnya,” ujarnya.

Sementara untuk tahun depan, DPUPR sudah memprogramkan beberapa kegiatan untuk mempercantik tampilan sungai di depan keraton. Ada sentuhan estetika, seperti sandaran sungai diganti dengan batu alam dan lainnya. Sehingga wisatawan yang hendak masuk keraton dengan menyeberang sungai merasa nyaman.

DPUPR, kata Agus, telah memasukkan penataan sungai ini menjadi program dinas. Termasuk pembuatan sekat dari ram kawat baja dari wilayah Jagasatru sampai muara sungai di Kesunean. Demikian pula perekrutan penjaga sungai dari warga sekitarnya.

Sejauh ini, belum ada gambaran pembiayaan untuk pekerjaan ini. Gus Mul  -sapaan akrabnya- mengaku masih menghitung. “Tadi sudah kita ukur dan penghitungan. Kemungkinan sampai akhir tahun ini kita yang tanggung semua anggarannya,” ungkapnya.

Untuk tahun depan, pihaknya akan meminta dan mengarahkan camat dan lurah yang wilayahnya dilalui Sungai Cipadu. Terutama mengalokasikan dana kelurahan untuk pemberdayaan di sungai itu. Tapi, ia pun berpesan kepada warga untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai. Sebab, dampak yang ditimbulkan sangat merugikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kota Cirebon H Deny Rohmawan menambahkan, DPUPR berencana memasang penyaring sampah dari ram kawat baja untuk paling sedikit lima jembatan, yakni Jembatan Jagasatru, Pegajahan, Keraton Kasepuhan, Grubugan dan Kesunean.

Selanjutnya, melakukan berkoordinasi dengan Lurah Jagasatru, Kasepuhan dan Lemahwungkuk, serta ketua RW yang wilayahnya dilalui Sungai Cipadu. Mereka diharapkan dapat membantu memberikan pengarahan kepada warga. Juga berperan aktif terkait kebersihan sungai. Karena umumnya sampah di sungai itu adalah sampah plastik yang biasa dibuang warga. “Kita berharap masyarakat menyadari dan tidak membuang sampah ke sungai,” kata Deny.

DPUPR, sebut dia, juga sudah berencana merekrut warga sekitar untuk membersihkan sampah yang tersangkut di ram bila nanti dipasang. Perekrutan warga ini dengan sistem honor bulanan. Tugasnya, selain membersihkan juga mengawasi dan menegur warga lainnya yang membuang sampah ke sungai. “Mudah-mudahan dengan cara ini, kita bisa atasi masalah di Sungai Cipadu,” tuturnya.

Selain itu, Deny juga berencana membuat rakit yang dipergunakan untuk mengambil sampah. Rakit ini dirasanya lebih efektif dibandingkan dengan mengambil sampah dari pinggir sungai. Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Cirebon H Supriyanto menambahkan, pihaknya telah menerjunkan 20 petugas kebersihan.

Mereka sudah melakukan pembersihan Sungai Cipadu dari mulai depan keraton sampai Jembatan Grubugan. Dari pembersihan sungai itu, berhasil dikumpulkan satu truk sampah dan langsung dibuang ke TPA Kopi Luhur. “Kita siap berkoordinasi dengan PU untuk mengatasi sampah di sungai,” ucapnya. (gus)

Berita Terkait