Tangan dan Kaki Terikat, Rasam Tewas Diduga Korban Begal

Dua Kerbau Hilang

Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara sampai dua kali untuk memastikan tak ada yang luput. FOTO:M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Rasam (50) warga Desa/Kecamatan Karangkancana ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta leher terjerat kain, Kamis (17/10) malam. Dalam radius beberapa meter dari tubuh korban sudah tercium bau busuk.

Berdasarkan informasi dihimpun, Rasam yang dikenal warga mengalami gangguan jiwa dan sehari-hari bekerja sebagai penggembala kerbau sempat dikabarkan hilang oleh keluarganya. Hingga akhirnya, sejumlah warga setempat pun melakukan pencarian hingga akhirnya Rasam ditemukan pada Kamis malam sekitar pukul 19.30 WIB sudah dalam keadaan tak bernyawa. Malangnya lagi, tubuh Rasam ditemukan sudah mengeluarkan bau busuk dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut disumpal dan leher terjerat kain.

Atas temuan tersebut, warga pun langsung melaporkannya kepada pihak berwajib yang langsung mendatangi lokasi untuk olah TKP. Tak hanya sekali, polisi melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara pada Jumat (18/10) kemarin untuk mencari petunjuk penyebab kematian Rasam.

Jasad Rasam ditemukan di hutan sekitar 50 meter dari kandang kerbau yang juga tempat tinggalnya selama ini. Rasam memang dikenal warga menderita gangguan jiwa yang kesehariannya bekerja menggembala kerbau milik kakaknya Icih.

“Saya terakhir ketemu Rasam pada hari Rabu sore sekitar pukul 14.00 WIB. Dia datang ke sini beli rokok dan kopi, kemudian kembali lagi ke kandang kerbau di hutan sana. Pada hari Kamis ada tamu datang ke saya mencari Rasam untuk minta tolong membantu panen padi pada hari Minggu besok, tetapi dia tidak menemukan Rasam di kandang. Saya pun sempat risau, Rasam yang biasanya kalau sore datang ke rumah beli rokok ternyata tak kunjung datang, sampai akhirnya pada saat Magrib ada warga bilang kalau kerbau Rasam berkeliaran di dekat daerah Gunung Jawa, tetapi Rasam tidak ada,” ujar Icih kepada Radar Kuningan di rumahnya.

Mendapat kabar tersebut, Icih pun semakin resah dan langsung meminta suaminya untuk mencari keberadaan adiknya. Dengan dibantu sejumlah warga, pencarian pun dilakukan di lokasi sekitar ditemukannya dua kerbau tadi. “Selama ini Rasam menggembala empat ekor kerbau milik saya, tapi warga hanya menemukan dua ekor saja. Setelah tidak menemukan Rasam di sekitar Gunung Jawa, kemudian warga melanjutkan pencarian di sekitar kandang. Di sana warga mencium bau busuk dan tak lama kemudian menemukan Rasam sudah dalam kondisi tewas mengenaskan seperti itu,” ujar Icih sedih.

Icih memebenarkan selama ini Rasam tinggal sendiri di kandang kerbau dan tak pernah mau tinggal di rumah. Sekalipun sudah dibuatkan rumah kecil di belakang, namun Rasam selalu menolak dan memilih tinggal di gubuk reot bersama empat kerbau tersebut. “Dia senangnya menyendiri dan memilih tinggal sama kerbau di kandang, tapi selalu aman. Saya sangat sedih, adik saya sekali pun kondisinya seperti itu, ternyata nasibnya sangat tragis,” ujar Icih.

Namun demikian Icih mengaku sudah menerima kematian Rasam sebagai takdir dari Allah SWT dan menyerahkan penanganan kasusnya kepada pihak kepolisian. Dengan temuan kondisi Rasim yang meninggal dunia secara tidak wajar, Icih berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap dan menangkap pelakunya untuk kemudian diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. “Saya sendiri belum sempat melihat kondisi jenazah Rasam karena langsung dibawa ke RSUD 45 Kuningan untuk dilakukan autopsi. Mudah-mudahan pihak kepolisian bisa segera menangkap pelakunya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Reza Falevi mengatakan, pihaknya sudah melakukan dua kali olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada malam hari setelah ditemukan mayat dan Jumat pagi saat kondisi sudah terang. Reza menegaskan, pihaknya kini tengah bekerja menyelidiki kasus tersebut sekaligus membawa jenazah Rasam ke RS Bhayangkara Losarang untuk dilakukan autopsi.

“Dari hasil autopsi nanti akan diketahui penyebab kematian korban. Namun kalau melihat kondisi tubuh korban yang terikat kaki dan tangan serta mulut disumpal, kami dugaan sementara korban dibunuh. Namun terkait siapa dan bagaimana, itu masih dalam penyelidikan kami,” ujar Reza.

Termasuk keberadaan luka di tubuh korban, Reza mengaku belum bisa memastikan penyebabnya apakah akibat benda tumpul atau lainnya. Begitu juga dengan keberadaan kerbau yang sehari-hari digembala Rasam yang tersisa dua, Reza belum berani menyimpulkan apakah benar dicuri atau masih berkeliaran.

“Intinya kami masih menyelidiki kasus ini dan belum bisa menyimpulkan penyebab kematian ataupun keberadaan dua kerbau yang hilang tersebut. Nanti dari hasil autopsi dan penyelidikan kita di lapangan, kita bisa urai benang merah kasus ini,” ujar Reza. (fik)

Berita Terkait