Tamu Tak Dikenal, Uniknya Muludan Lebak Ngok

Warga membawa berkat setelah menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Lebak Ngok, Kelurahan Argasunya, Selasa (19/11).FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Selasa (19/11) pagi, ember ukuran sedang mengisi sebagian ruangan rumah-rumah warga di Kampung Lebak Ngok, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti. Ember itu sebagai berkat, atau buah tangan untuk tamu. Mereka sedang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Marhaban serta salawat, dilantunkan di masing-masing rumah.

Berkat menjadi identik untuk disuguhkan. Telah dilakukan sejak zaman nenek moyang. Namun begitu, tidak selalu wadah ember. Ada juga yang menggunakan wajan, dikemas layaknya parcel. Itu tradisi warga di sana. Mereka berdalih, meneruskan apa yang telah menjadi kebiasaan orang tua dan leluhur.

Dan ternyata, warga Lebak Ngok memposisikan sebagai tuan rumah yang siap didatangi warga luar daerah. Mereka telah mempersiapkan suguhan. Tidak harus yang mereka kenal. Siapapun dan dari mana pun boleh gabung. Bahkan diantaranya, mengaku lebih banyak yang tidak mengetahui siapa orang yang sedang bertamu di rumahnya.

Ember isi berkat itu macam-macam suguhannya. Hasil perkebunan, nasi dan lauk pauk, hingga perabotan rumah tangga. Salah seorang penduduk asli setempat, Ajid (54) mengaku, menyediakan 100 berkat dengan menggunakan wadah ember untuk tamu-tamunya. Ajid tidak membatasi mereka. Baginya, siapapun yang datang wajib untuk dijamu dan diperlakukan layaknya tamu yang berkedudukan sebagai raja.

“Salawat dan marhaban dari jam 8 sampai dzuhur. Banyak tamu yang datang dari daerah sekitar Argasunya aja. Di rumah saya juga banyak, sampai banyak yang tidak kenalnya. Tetapi ya memang seperti itu. Siapapun tamunya, harus diterima dan dilayani dengan baik,” ujarnya.

Ya, masyarakat di sana lomba-lomba menyuguhkan dan memberikan segala yang dibutuhkan pendatang. Kalau suguhan di salah satu rumah habis, tetangga akan membantu dengan memberikan dan mecukupi apa yang menjadi kebutuhan. Meski hanya mengatakan meneruskan kebiasaan orang tua dan sesepuh, Ajis yakin apa yang dilakukan adalah untuk keberkahan dalam menjalani hidup, yakni melalui peringatan maulid nabi dengan berbagi dan salawat.

Memang puncak acara dilakukan pagi hingga siang hari. Rutin dijadwalkan pada tanggal 22 Rabiul Awal setiap tahunnya. Malam harinya, warga setempat melakukan pengajian di masjid setempat. Mereka memohon doa atas keberlangsungan hidup melalui ridhanya Allah SWT. Ekonomi mampu, bukan berarti selalu menyediakan berkat paling banyak. Ajid menyebut, ketulusan dan keikhlasan hati yang menentukan. “Tergantung hati. Orang mampu belum tentu mau berbagi lebih. Ibaratnya kalau kita ikhlas dan ingin berbagi lebih, biar engga punya, ya akan diusahakan,” terang Ajid.

Kembali yang membuat hati tergugah dari peringatan maulid nabi di Lebak Ngok Argasunya. Dari yang sebelumnya tidak saling kenal menjadi 2 keluarga yang memiliki hubungan layaknya keluarga. Itu dialami Rusmini (53) dan Sanari (59). Suami istri asal Kacamatan Greged itu telah lebih dari 20 tahun menghadiri maulid nabi di rumah Khotimah, warga asli Lebak Ngok.

Sanari mengenal Khotimah saat dirinya menggarap lahan padi 20 tahun lalu. Kebetulan lahan padi mereka berdua jaraknya berdekatan. Saat itu, Khotimah mengajak Sanari untuk menghadiri acara maulid nabi di rumahnya. Ajakan itu, berlanjut dan menjadi kebiasaan di tahun-tahun berikutnya.

Bila Sanari yang juga memboyong keluarganya itu tidak hadir, tuan rumah akan mencari dan menghubungi mereka serta menanyakan alasannya tidak hadir. “Kita menjalin silaturahmi dan ngalap barokah. Kalau masalah berkat mah nomer sekian, bukan itu yang diharapkan,” kata Sanari.

Selain menjemput barokah, Rusmini dan Sanari juga memanjatkan doa dalam prosesinya. Yang pernah dipanjatkan dan terkabul, adalah doanya kepada sang anak agar menjadi pribadi yang baik dan nurut kepada orang tua. “Alhamdulillah terkabul. Anak saya sekarang nggak nakal lagi dan usahanya juga lancar,” ungkap Rusmini.

Mereka berdua datang sejak malam sebelum peringatan maulid dilakukan. Mereka juga membantu tuan rumah dalam menyajikan suguhan kepada tamu-tamu, yang selain tuan rumah kenal. Itu dilakukan berdasarkan kesadaran untuk membantu.

Rusmini berdoa, agar dirinya dan keluarga diberikan kesehatan sehingga bisa menghadiri peringatan maulid nabi di Lebak Ngok di tahun-tahun mendatang. “Biasanya sama anak saya, cuma sekarang ngga ikut karena sedang usaha di luar kota,” imbuh Rusmini.

Saking banyaknya tamu, puluhan hingga ratusan kendaraan terparkir sepanjang jalan dan lahan di Lebak Ngok. Mulai kendaraan roda dua, hingga pikap bak terbuka. Diprediksi, tamu-tamu itu jumlahnya ribuan bahkan hingga puluhan ribu. (ade)

Berita Terkait