Tak Digelar Serempak, Nadran di Kota Cirebon Kurang Meriah

nadran-cangkol-(4)
NADRAN: Warga kampung pesisir Cangkol Kota Cirebon mengikuti kegiatan nadran yang digelar di halaman BAT, Sabtu (5/9). Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon

CIREBON- Pelaksanaan tradisi sedekah laut atau nadran di Kota Cirebon tidak serempak. Hal inipun berdampak pada pelaksanaannya yang kurang mendapatkan atensi dari masyarakat luas. Hal ini terlihat dari pelaksanaan nadran sedekah laut yang digelar oleh warga pesisir Cangkol, Sabtu (10/5) kemarin.

Prosesi Nadran diawali dengan arak arakan miniature kapal yang disebut ancak. Start dari halaman BAT, ancak diarak dan di larung di pesisir pantai Cangkol. Di dalam ancak terdapat buah buahan, sayuran dan hasil bumi lainya.

Alih alih menjadi media promosi pariwisata kota Cirebon, Kegiatan ini tak terlihat gaungnya. Hal inipun diakui oleh Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawaty.

“Harus dikatakan jujur, hari ini menurut saya masih kurang maksimal.  Ini karena hanya melibatkan satu daerah. Tiga daerah lainya sudah melakukan tradisi nadran,” ungkapnya.

Seyogyanya, kata dia, nadran bisa menjadi salah satu magnet bagi para wisatawan yang akan berkunjung. Nadran di Kota Cirebon, kata dia, sebenarnya memiliki potensi yang sama dengan Nadran di pesisir Gunung Jati yang telah masuk dalam kalender event nasional Kementerian Pariwisata.

Eti berharap, tahun depan pelaksanaan Nadran bisa serempak. Dimana empat kampung nelayan yang berada di wilayah kota Cirebon yakni, kampung Samadikun, kampung pesisir, Cangkol dan Kejawanan bisa menggelar tradisi Nadran bersama sama.

“Saya punya mimpi kalau festival Nadran ini bisa dilakukan bersama-sama. Termasuk dengan kabupaten Cirebon. Karena ini sudah menjadi agenda tahunan. Masyarakat Kota Cirebon harus tahu kalau Cirebon ada nadranan,” ungkapnya.

Diakui Eti, menyatukan empat kampung untuk menggelar tradisi nadran secara serempak memang tidak mudah. Biasanya di masing masing daerah memiliki perhitungan penanggalan tersendiri. Namun Eti yakin hal itu bisa dilakukan.

“Tahun tahun kemaren dilaksanakanya bisa bersama sama. Artinya, sebenarnya bisa nadran ini disatukan, tinggal kita duduk bersama, dengan DKOKP, dengan masyarakat nelayan bagaimana baiknya,” pungkasnya. (awr)

Berita Terkait