Tak Ada Larangan Orang Mampu Pakai Gas Melon

SIDAK: Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon beserta Hiswana Migas dan Pertamina melakukan sidak ke restoran dan rumah warga untuk mengetahui penggunaan gas elpiji 3 kg, kemarin (28/11).FOTO: ISTIMEWA/RADAR CIREBON

CIREBON – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon merasa bingung untuk melarang orang mampu menggunakan elpiji 3 kg. Pasalnya, tidak ada aturan atau dasar hukum larangan orang mampu menggunakan gas melon. Yang ada, baru sebatas imbauan.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Perdagangan Kabupaten Cirebon, Dadang Heryadi usai sidak bersama Hiswana Migas dan Pertamina, Kamis (28/11). Menurut Dadang, pihaknya tidak bisa memaksakan orang mampu untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg. “Karena yang ada saat ini hanya sebatas imbauan agar orang mampu tidak menggunakan gas melon,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah menanyakan kepada Pertamina dan Hiswana Migas. Ternyata, memang tidak ada aturan dan landasan hukum agar warga mampu dilarang menggunakan gas melon.

Yang ada hanya aturan dan landasan hukum bagi ekonomi makro agar tidak menggunakan gas melon. Karena gas melon hanya untuk ekonomi mikro.

Setelah pihaknya melakukan sidak di berbagai usaha ekonomi makro di Kabupaten Cirebon, pihaknya tidak menemukan yang menggunakan gas melon. “Tadi sudah muter sidak ke Palimanan sampai ke Gunung Jati. Kami tidak temukan restoran atau rumah yang merupakan usaha ekonomi makro menggunakan gas melon,” tuturnya.

Selain itu, dia menemukan beberapa pangkalan yang tidak sesuai dengan kriteria. “Ada pangkalan yang plang namanya tidak ada. Sedangkan itu kan wajib pangkalan pasang plang nama,” ungkapnya. (den)

Berita Terkait