Supendi Sebut Dirinya Belum Bisa Bawa Perubahan

JAKARTA-Rompi oranye khas KPK akhirnya dikenakan 4 tersangka kasus suap pengaturan proyek di Kabupaten Indramayu. Mereka adalah Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Omarsyah, Kabid Jalan Dinas PUPR Wempi Triyono, serta pengusaha Carsa. Mereka pun harus ‘berpisah’. Tak ditahan di sel yang sama. Ditahan untuk 20 hari pertama ke depan.

Usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Supendi Cs langsung ditahan. Mereka terlihat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu dini hari (16/10) sekitar pukul 03.00. Tak hanya mengenakan rompi oranye, kedua tangan pun diborgol.

Sambil berjalan memasuki mobil tahanan, Supendi melontarkan permohonan maaf kepada masyarakat Indramayu atas perbuatan yang telah dilakukannya. “Saya mohon maaf kepada masyarakat, saya belum bisa bawa perubahan. Insya Allah dengan saya di KPK ini akan banyak perubahan yang terjadi di Indramayu,” kata Supendi.

Sementara Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan tersangka Supendi akan mendekam selama 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di C1. “SP (Supendi, red) ditahan di Rutan Cabang KPK di C1,” ucap Febri.

Sedangkan Omarsyah dan Wempy Triyono ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Sementara Carsa selaku pemberi suap ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Timur. “OMR (Omarsyah, red) dan WT (Wempy Triyono, red) ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. CAS (Carsa, red) ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Timur,” sambung Febri.

Sebelumnya, mereka ditetapkan menjadi tersangka kasus suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu tahun 2019. “KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa malam (15/10).

Basaria menyatakan, pemberian uang yang dilakukan Carsa kepada Supendi dan pejabat di Dinas PUPR diduga merupakan komitmen fee sebesar 5-7 persen dari nilai proyek pembangunan 7 jalan di Kabupaten Indramayu senilai Rp15 miliar. Dengan perincian, Supendi menerima total Rp200 juta, Omarsyah Rp350 juta dan sepeda, serta Wempy Rp560 juta. “Uang yang diterima OMR (Omarsyah) dan WT (Wempy Triyono) diduga juga diperuntukkan untuk kepentingan bupati, pengurusan pengamanan proyek, dan kepentingan sendiri,” kata Basaria.

Penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK di Indramayu dan Cirebon pada Senin malam (14/10) hingga Selasa dini hari (15/10). Dalam kegiatan itu tim mengamankan delapan orang dan menyita uang senilai Rp685 juta serta sebuah sepeda.

Dari konstruksi perkara, Supendi diduga sering meminta uang pada Carsa selaku kontraktor pelaksana proyek pekerjaan pada Dinas PUPR Indramayu. Pada Mei 2019, Supendi diduga meminta uang sejumlah Rp100 juta untuk tunjangan hari raya (THR). Sinyal pemberian uang suap dengan menggunakan kode ‘mangga manis’. Lalu, pada 14 Oktober 2019, Supendi meminta Rp100 juta lagi yang digunakan untuk pembayaran dalang acara wayang kulit dan gadai sawah.

Selain Supendi, Omarsyah, Wempy Triyono, dan Staf Bidang Jalan Dinas PUPR Indramayu Ferry Mulyono juga diduga menerima sejumlah uang dari Carsa. Beberapa pemberian uang itu diduga terkait dengan pemberian proyek-proyek Dinas PUPR Kabupaten Indramayu kepada Carsa. “CAS (Carsa) tercatat mendapatkan tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek total kurang lebih Rp15 miliar yang berasal dari APBD murni,” kata Basaria.

Sementara pemberian kepada Omarsyah selaku kepala Dinas PUPR, dilakukan sebanyak tiga kali. Pertama, Rp150 juta pada Juli 2019 yang diberikan dalam dua tahap. Kedua, sebesar Rp200 juta pada September 2019 yang juga diberikan dalam dua tahap. Ketiga, sebuah sepeda merek NEO senilai Rp20 juta. Sedangkan pemberian terhadap Wempy Triyono dilakukan sebanyak lima kali pada Agustus dan Oktober 2019. Total yang diterima Wempy sebesar Rp560 juta. (riz/gw/fin)

Berita Terkait