Sunjaya Seret Tersangka Baru, Dirut PT Kings dan Mantan GM HEC Tersangka

Sunjaya Purwadisastra

CIREBON-Sunjaya Purwadisastra mendapatkan teman baru. Untuk kelak mendekam bersama di penjara. Kali ini Direktur Utama PT Kings Property Sutikno dan mantan General Manager PT Hyundai Engineering Construction (GM HEC) Herry Jung. Keduanya resmi jadi tersangka kemarin. KPK menyatakan Sutikno dan Herry Jung memberikan suap kepada Sunjaya. Suap diberikan ketika Sunjaya masih memimpin Kabupaten Cirebon.

Penetapan tersangka untuk Herry Jung dan Sutikno diumumkan oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang didampingi Jubir Febri Diansyah. Keduanya diduga memberikan suap senilai total Rp10,04 miliar kepada Sunjaya Purwadisastra terkait perizinan yang berbeda di Cirebon. Setelah mencermati fakta-fakta yang berkembang dalam proses penyidikan hingga proses persidangan, tandas Suat, KPK menemukan sejumlah bukti dugaan perbuatan pemberian suap terhadap Sunjaya terkait perizinan yang digarap PT CEC dan PT Kings Property.

Dalam konstruksi perkara, Herry Jung diduga menyuap Sunjaya sebesar Rp6,04 miliar dari janji awal senilai Rp10 miliar. Proses pemberian uang tersebut, lanjut Saut, dilakukan dengan cara membuat Surat Perintah Kerja (SPK) fiktif dengan PT Milades Indah Mandiri (MIM). Akibatnya, seolah-olah ada pekerjaan konsultasi pekerjaan dengan kontrak senilai Rp10 miliar. “Pemberian uang diduga dilakukan melalui perantara secara tunai dengan beberapa kali penyerahan,” kata Saut didampingi Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Sedangkan Sutikno diduga menyuap Sunjaya sebesar Rp4 miliar. Suap diduga diberikan terkait perizinan PT Kings Property. Pemberiannya dilakukan secara tunai melalui ajudan Sunjaya pada 21 Desember 2018 lalu. “STN (Sutikno) diduga membawa uang secara tunai dari Karawang untuk kemudian disetorkan di Cirebon,” kata Saut.

Saut menjelaskan, penyidikan perkara ini sedianya telah dilakukan sejak 14 Oktober 2019 lalu. Selama proses itu hingga penetapan diumumkan, KPK telah memeriksa sedikitnya total 32 saksi yang berasal dari mantan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, pejabat Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Kabupaten Cirebon, dan pihak swasta.

Atas dugaan tersebut, dua tersangka ini disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan perkara kedua dari kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 24 Oktober 2018 lalu. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp116 juta dan setoran rekening senilai total Rp6,4 miliar.

Kala itu, sejumlah pihak diamankan. Perkaranya pun dinaikkan ke penyidikan seiring ditetapkannya Sunjaya dan mantan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto sebagai tersangka. Keduanya pun telah divonis bersalah di persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung. Setelahnya, KPK melakukan pengembangan dengan menetapkan kembali Sunjaya sebagai tersangka. Kali ini, Sunjaya disangkakan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai total Rp51 miliar. (riz/gw/fin)

Berita Terkait