Sungguh Terlalu, Wartawan Gadungan Aniaya Guru SMP di Indramayu

Suwignya SPd (49), Guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Lelea Kabupaten Indramayu ini terluka akibat dianiaya oknum wartawan gadungan. FOTO: RADAR INDRAMAYU
Suwignya SPd (49), Guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Lelea Kabupaten Indramayu ini terluka akibat dianiaya oknum wartawan gadungan.FOTO: RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Nasib apes dialami Suwignya SPd (49). Guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Lelea Kabupaten Indramayu ini terluka akibat dianiaya oknum wartawan gadungan. Tak terima dengan perbuatan pelaku, sang guru melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Indramayu.

Suwignya mengaku, dirinya telah dianiaya oknum wartawan gadungan berinisial S (60), Jumat lalu (2/8). Saat itu, dirinya didatangi pelaku bersama rekannya yang tidak dikenal, di SMPN 2 Lelea. “Pelaku saat itu menanyakan keberadaan kepala bagian tata usaha,” ungkapnya.

Karena terus memaksa untuk bertemu kabag TU, Suwignya pun segera mencari orang yang dimaksud dengan mempersilakan pelaku untuk menunggu di ruang tamu. Tapi pelaku justru membuntuti, dan tanpa disadari sudah ada di belakang korban. “Tanpa saya sadari, pelaku membuntuti dan sudah ada di belakang saat saya menemui kabag TU,” imbuhnya.

Dan kejadian tidak menyenangkan pun terjadi saat pelaku usai menemui Kabag TU. Pelaku yang kemudian menghampiri korban, terlibat adu argumen. “Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba kepala saya ditempeleng berkali-kali dan hidung saya ditinju hingga berdarah. Pelaku bahkan sempat menendang kaki saat saya sedang menggenakan sepatu untuk kembali mengajar di kelas,” lanjutnya.

Mendapat perlakuan tidak menyenangkan, korban langsung melaporkan ulah pelaku ke Mapolres Indramayu. Korban juga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Dewan Pendidikan Kabupaten Indramayu, Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu serta instansi terkait lainnya.

“Kami hanya ingin mendapat perlakuan yang adil di mata hukum. Kami ingin ada efek jera, agar kejadian seperti ini tidak terulang dan dialami oleh seluruh tenaga pendidik di masa yang akan datang,” tegasnya. (oni)

Berita Terkait