Sudah Sebulan Air Ledeng Tak Mengalir, Warga Grenjeng Cuci Baju di Kali

Ilustrasi. Foto: Dok/radarcirebon.com

CIREBON – Hampir satu bulan warga RT 04 RW 06 Grenjeng, Kelurahan/Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, kesulitan air bersih. Mereka terpaksa mencuci baju di sungai, karena tidak pernah ada tindak lanjut dari laporan yang dialamatkan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata.

“Air bersih saja susah. Ini pelayanannya seperti ada kesenjangan. Di Lobunta saja yang jauh bisa ngalir 24 jam. Di sini sebulan mati,” ujar Perwakilan Warga RT 04 RW 06, Cahya (44), kepada Radar Cirebon, Senin (11/12).

Dia mengungkapkan, warga sudah kebingungan termasuk untuk melayangkan pengaduan. Baik pemerintah setempat maupun pemerintah kota tidak ada yang menggubris keluhan warga tersebut.

Padahal menurutnya, air bersih menjadi kebutuhan sentral warga yang penting untuk aktivitas sehari-hari warga. “Kami tidak tahu harus mengadu ke siapa lagi,” katanya.

Krisis air bersih ini, sebetulnya sudah terjadi sejak kemarau. Tetapi di musim penghujan seperti sekarang ini, kondisinya tidak membaik.

Permasalahan air bersih di kawasan ini rutin terjadi setiap tahun. Hal ini sudah cukup membuat warga menderita. Warga tambah kesal, karena mereka dikenakan biaya langganan Rp 23.900 setiap bulannya.

Meski di kuitansi tertera 0 kubik liter air. Mestinya, biaya langganan ini tidak perlu dibayarkan karena nyata-nyata tidak ada 1 kubik pun air yang mengalir. “Airnya enggak nyala, tapi harus tetap dibayar. Ini kan aneh,” ujar Cahya.

Untuk sementara ini, kata dia, warga terpaksa membeli air kemasan untuk masak, minum dan makan. Sementara mandi dan cuci baju kebanyakan dilakukan di sungai setempat.

Warga berharap agar pemerintah dapt mendengar keluhan warga tersebut. Mengingat kebutuhan air menjadi kebutuhan vital masyarakat sehari-hari.

“Kami berharap pemerintah mau mendengar bagaimana penderitaan kami karna air yang ngucur irit sekali ini,” kata Cahya.

Sayangnya, direksi Perumda Air Minum belum dapat dihubungi. Permintaan konfirmasi yang dilayangkan koran ini sejak pemberitaan mengenai penyertaan modal pemerintah kota, Kamis (7/12), belum dipenuhi.

Direktur Utama PDAM Tirta Giri Nata, Sofyan Satari hanya menyebutkan bahwa dirinya tengah mengikuti Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum (Mapamnas) di Jakarta. “Mangga, bagaimana kalau WA (Whats App) dulu? Saya lagi di Jakarta,” jawab Sofyan melalui pesan singkat.

Tetapi, hingga Senin (11/12), ia tak kunjung menjawab daftar pertanyaan yang disampaikan wartawan Radar Cirebon. (myg)

Berita Terkait