Sudah Lima Kali Aksi, Jambret Masuk Penjara Polsek Arjawinangun

YS Pelaku spesialis jambret ditangkap Polsek Arjawinangun. Dia sudah beraksi di lima lokasi di Kecamatan Arjawinangun.FOTO:POLSEK ARJAWINANGUN FOR RADAR CIREBON

CIREBON-YS (25) takluk juga. Pria warga Desa Sende, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, itu dibui setelah ditangkap polisi karena menjambret pengendara motor. Dalam proses pemeriksaan terungkap jika YS ini merupakan spesialis jambret. Ia sudah beraksi di lima lokasi di Kecamatan Arjawinangun.

“YS ini sebenarnya berhasil kita amankan pada akhir Oktober 2019 kemarin. Ia merupakan spesialis jambret. Dari proses pemeriksaan oleh anggota, pelaku mengaku sudah beraksi di lima TKP (tempat kejadian perkara) jambret di Kecamatan Arjawinangun,” kata Kapolsek Arjawinangun Kompol Sukhemi kepada Radar Cirebon, Jumat (15/11).

Kapolsek mengatakan aksi pelaku paling sering dilakukan di Jl Lemahduwur, Desa Arjawinangun, jalur by pass Tegalgibug, dan Jl Nyi Mas Gandasari di Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun. Sasarannya para ibu yang membawa tas di dashboard motor maupun yang digantuang di lengan.

“Sasaran pelaku ini ibu-ibu. Terutama yang tas diletakkan di dashboard motor atau di tangan. Dia selalu menunggu ibu-ibu lewat di jalan yang sepi. Kalau ada mangsa atau ada target, dia kemudian mengikuti dari belakang dan seketika memepet korban dari kanan serta mengambil tas milik. Pelaku ini akhirnya takluk juga. Sementara ini dia mengaku 5 TKP. Tapi kami masih terus melakukan pendalaman,” jelas kapolsek.

Pelaku, lanjut kapolsek, mengaku melakukan aksinya sendirian. Dari 5 kali kejadian, paling banyak hasil dari jambret sekitar Rp1,170 ribu. “Rata-rata tas korbannya berisi uang tunai, handphone, dan kartu identitas korban. Dia memang biasa ngincar barang berharga yang mudah diambil. Katanya untuk kebutuhan sehari-hari karena baru nikah tapi nganggur,” pungkas kapolsek.

Sebelumnya diberitakan Radar Cirebon, Jl Lemahduwur, Desa Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, termasuk salah satu lokasi yang kerap terjadi aksi penjambretan. September lalu misalnya menimpa Kaerunisa (27). Peristiwanya pada Jumat malam (20/9) sekitar pukul 20.00.

Malam itu, Kaerunisa yang merupakan warga kompleks Perumahan Grand Arjawinangun itu harus kehilangan sejumlah uang dan handphone jenis Vivo Y53. Kejadian bermula saat korban akan kondangan ke temannya di Blok Kebonpring, Desa Arjawinangun. Tak sendirian, dia mengajak anaknya yang masih kecil. Ibu dan anak itu menggunakan Honda Vario.

Sekitar pukul 20.00 WIB Kaerunisa melaju dari arah Tegalgubug menuju Arjawinangun. Mendekati lokasi kejadian, dia disalip oleh orang terduga pelaku.  Korban pun tidak menaruh curiga dan melanjutkan perjalanan dengan kembali menyalip pelaku. Tiba-tiba pelaku memepet korban dan mengambil tas yang tersimpan di dashboard depan. Merasa dijambret, Kaerunisa mencoba mengejar pelaku.

Namun, laju pelaku cukup kencang. Dalam sekejap kedua pelaku hilang dari pandangan mata. “Diduga pelaku sudah mengikuti saya dari saya keluar perumahan. Dia juga nyalip untuk memantau lokasi depan, kemudian baru mepet setelah sampai makam Kiruncum dan ambil tas,” kata Kaerunisa saat ditemui oleh Radar Cirebon di rumahnya, Minggu silam (22/9).

Kaerunisa mengaku dirinya sempat melihat pelaku yang tidak pakai penutup muka. Pelaku tersebut dengan ciri perawakan besar kekar, terlihat masih muda. “Dia pakai kaos hitam dan celana pendek. Pelaku melakukan aksi satu orang dengan mengendarai motor matic hitam,” ucapnya.

Suami korban, Awaludin (33), bersyukur anak dan istrinya tak sampai jatuh dari motor. Dia menceritakan, tidak seperti biasanya istrinya yang biasa kondangan dengan jarak dekat tidak membawa tas. Namun, kali ini membawa tas dan handphone. “Alhamdulillah istri dan anak tidak apa-apa. Hanya tas yang berisi uang sebanyak Rp400 ribu lebih dan handphone Vivo Y53 yang hilang dibawa pelaku,” kata Awaludin.

Menurut Awaludin, peristiwa di lokasi yang sama sudah kerap terjadi. Terlebih lagi lokasi itu sepi dan tak adanya penerangan jalan umum (PJU). “Berati dari bulan puasa sampai sekarang, yang saya tahu sudah 4 kali kejadian dan itu termasuk istri dan tetangga saya. Saya harap tidak ada korban lain lagi. Cukup istri saya saja yang terakhir,” katanya. (cep)

Berita Terkait