Sudah Ditarget, Polisi Gerebek Penjual Miras di Plered

Anggota Polsek Plered menyita miras dari warung milik salah satu warga di Desa Wotgali, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. INZERT: Barang bukti miras yang disita Polisi.FOTO: POLSEK PLERED FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Belasan botol miras berbagai merk disita jajaran Polsek Plered melalui operasi rutin yang digelar Jumat malam (20/9). Botol-botol miras itu didapatkan dari warung milik perempuan berinisial T yang berlokasi di Desa Wotgali, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.

Kapolsek Plered AKP Budi Hartono mengatakan pihaknya mendapatkan informasi jika perempuan berinisial T itu menjual miras. Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya pun turun melakukan penggerebekan. Hasilnya, belasan miras berhasil disita.

“Kita menyita miras dari warung T yang merupakan target operasi (TO). Saat dilakukan pemeriksaan oleh anggota, di warung milik T ini kita amankan 12 botol miras dari berbagai jenis. Ada 6 botol merk Intisari, 4 botol bir Proost, dan 2 botol AO,” kata kapolsek kepada Radar Cirebon.

Sebanyak 12 botol miras kemudian disita dan dibawa ke Mapolsek Plered untuk dijadikan sebagai barang bukti. Pedagang berinisial T kemudian dilakukan pemanggilan ke polsek untuk diberikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku. “Pedagang kita panggil ke polsek untuk kita bina agar tidak lagi menjual miras. Selain itu, akan kita jerat dengan tindak pidana ringan (Tipiring) agar jera dan tidak menjual miras lagi,” katanya.

Sementara Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto melalui Kasubag Humas Iptu Muhyidin juga mengatakan Polres Cirebon sedang gencar operasi pekat dengan sasaran miras. Itu  bertujuan untuk memberantas penjualan miras menjelang Pilwu Serentak 2019. “Kita ingin proses pelaksanaan pemilihan kuwu nanti tak diganggu dengan aksi-aksi yang disebabkan karena mengonsumsi miras,” tandas Muhyidin.

Dikatakan Muhyidin, orang yang mengonsumsi miras atau dipengaruhi miras, rawan berbuat di luar nalar akal sehat. Karena itu, pihaknya gencar melakukan razia guna mencegahnya. “Mereka bisa berbuat tindak pidana seperti perkelahian, tawuran, pencurian, perkosaan, dan lainnya. Makanya akan terus kami razia, kita berantas secara maksimal,” pungksnya. (cep)

Berita Terkait