Sudah 11 Hari Afwan Menghilang, Kemana Ya?

Muhammad Afwan Abdulah (7) warga Desa Cibuntu, Blok Paksilaut, RT 16/8, Kecamatan Cigandamekar sudah 11 hari dikabarkan hilang. Anak semata wayang dari ibu bernama Fatihah (40) dan ayah Noni Syahroni (47) tersebut hilang sejak 2 November lalu. Fatihah mengungkapkan, kejadian hilangnya Afwan diduga saat sore hari antara Asar hingga Magrib.FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Muhammad Afwan Abdulah (7) warga Desa Cibuntu, Blok Paksilaut, RT 16/8, Kecamatan Cigandamekar sudah 11 hari dikabarkan hilang. Anak semata wayang dari ibu bernama Fatihah (40) dan ayah Noni Syahroni (47) tersebut hilang sejak  2 November lalu. Fatihah mengungkapkan, kejadian hilangnya Afwan diduga saat sore hari antara Asar hingga Magrib.

“Hari Sabtu itu seperti biasa Afwan pulang sekolah sekitar pukul 10.30 WIB. Saat menjelang Duhur, Afwan pamit mau ke musala seperti biasa dia yang azan, iqomat dan shalawatan. Kemudian pada saat saya mau belanja ke warung, bertemu Afwan di jalan ngobrol sebentar kemudian dia langsung pergi lagi. Saya pikir dia langsung pulang ke rumah,” ungkap Fatihah saat ditemui di rumahnya, Rabu (13/11).

Namun saat Fatihah pulang, ternyata tidak mendapati Afwan di rumah. Dia pun berpikiran Afwan sedang bermain dengan temannya seperti biasa. Hingga waktu Asar tiba, lanjut Fatihah, dia tidak juga mendapati Afwan pulang ataupun terdengar suara Afwan mengumandangkan azan seperti biasanya. Lagi-lagi Fatihah tidak punya pikiran macam-macam tentang Afwan.

“Saya mulai panik saat menjelang Magrib, ternyata Afwan tidak juga kunjung pulang. Saya cari ke musala ternyata tidak ada, begitu juga dicari ke teman-temannya, rumah saudara yang lain ternyata juga tidak ada. Bersama warga dan perangkat desa mencari Afwan ke sumur, aliran sungai, rumah kosong dan lainnya ternyata tidak ada,” ungkap Fatihah dengan mata berkaca-kaca.

Fatihah mengatakan, beberapa tetangganya masih sempat melihat Afwan bermain pasir sendirian tak jauh dari rumahnya sekitar pukul 14.30 WIB. Namun saat dipanggil, bocah yang baru duduk di bangku kelas 1 SDN 4 Cilimus tersebut hanya diam saja dan tetap asyik bermain perosotan di gundukan pasir sendirian. “Kemungkinan hilangnya antara Asar hingga Magrib. Kami sudah mencari sampai ke aliran sungai di bawah sampai sumur dan rumah kosong, tapi tidak ada,” ucapnya.

Keesokan harinya, Fatihah pun melaporkan hilangnya anak semata wayangnya tersebut kepada pihak Polsek Cilimus untuk meminta bantuan pencarian. Termasuk lewat pencarian secara batin oleh orang pintar, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Afwan. “Saya sudah sebar foto anak saya ke semua media sosial berharap ada masyarakat yang melihat Afwan barangkali di jalan atau di mana agar bisa dipulangkan. Saya setiap malam bersama keluarga dan tetangga mengaji dan berdoa memohon kepada Allah agar Afwan bisa pulang dengan selamat. Sudah 11 hari, kami mencari kemana-mana tapi tidak menemukan Afwan,” tutur Fatihah sedih.

Senada diungkapkan Nono Syahroni (47) ayahnya Afwan yang sudah mencari ke berbagai tempat, seperti terminal, pasar dan lampu merah di daerah Cirebon. Ini dilakukan Nono karena khawatir Afwan dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggungjawab mempekerjakannya sebagai peminta-minta. “Siapa tahu Afwan dibawa oleh orang lain, kemudian disuruh jadi pengemis di jalan. Makanya saya cari dia ke terminal, lampu merah hingga pasar di daerah Cirebon, tapi tidak ketemu juga,” ungkap Nono.

Fatihah dan Nono kini hanya bisa pasrah dan berharap Afwan bisa pulang dalam keadaan sehat walafiat. Mereka pun mengharap bantuan dari seluruh masyarakat untuk ikut mencari dan apabila menemukan Afwan untuk memberitahukan keberadaannya. “Ciri-ciri anak saya rambut sedikit ikal, kulit sawo matang dan di pipi kiri ada tanda bekas luka. Kalau ada yang menemukan, mohon kabari kami atau dititipkan ke kantor polisi terdekat supaya kami bisa menjemput,” tutup Fatihah lirih. (fik)

Berita Terkait