Stadion Bima Harus Dikelola Profesional

Pemerintah Kota Cirebon bakal membahas skema pengelolaan kawasan Stadion Bima. Sebagai persiapan, bila aset ini sudah diserahkan secara penuh dari negara. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Warga berolahraga di area jogging di depan Gerbang Stadion Bima Utama. KSB dalam proses hibah dari pemerintah pusat.FOTO: DOK.RADAR CIREBON

CIREBON-Setelah pemerintah pusat resmi menghibahkan Stadion Bima ke Pemerintah Kota Cirebon, banyak harapan publik kota wali terhadap masa depan kawasan olahraga tersebut. Anggota DPPRD Kota Cirebon periode 2009-2014, Drs Priatmo Adji mengapresiasi upaya pemkot mendapatkan hibah aset tersebut.

“Proses ini, tentu saja tidak ujug-ujug. Ini sudah diawali dari perjuangan sejak lama,” ujar Adji, kepada Radar, Minggu (27/10).

Disebutkan dia, sejak era DPRD perioder 2009-2014 upaya hibah sudah dijajaki. Mulai dari pendekatan ke Pertamina Asset III, kemudian diserahkan ke Pertamina Pusat, ke Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Waktu mau diserahkan, pemkot belum siap dengan biaya perawatannya,” kata Adji.

Dalam perjalanannya, kata politisi Partai Nasdem itu, proses hibah seperti hilang ditelan bumi sampai akhirnya diproses kembali di era kepemimpinan Azis-Eti. “Alhamdulillah. Ini patut kita syukuri. Saya berharap badan pengelola (BP) saya ibaratkan Taman Impian Jaya Ancol dikelola tersendiri dengan versi olahraga,” tuturnya.

Dia berharap, Kawasan Stadion Bima (KSB) harus dikelola oleh Badan Pengelola tersendiri yang independen, sehingga tidak perlu repot-repot minta anggaran ke Pemkot setiap tahunnya. KSB juga perlu didirikan hotel, kafe, arena bermain anak-anak, dan berbagai hal yang menghasilkan. “Ini modal awal KB, selanjutnya semua diserahkan ke BP,” tandasnya.

Terpisah pemerhati pemerintahan, Agus Sukanda menyarankan agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk mengelola KSB. Tentu saja didukung dinas terkait untuk pemeliharaan, pengembangan dan pemanfaatan stadion. “Saya kira tidak perlu membentuk satgas. Itu malah menyalahi aturan yang ada,” katanya.

Menurut dia, Stadion Bima merupakan yang terbaik untuk ukuran Wilayah Ciayumajakuning. Oleh karena itu, pengelolaan oleh KONI juga tidak perlu menggunakan pihak ketiga. KONI harus profesional dan meningkatkan kapasitas untuk mengelola. “Satgas pengelolaan Stadion Bima terlalu mengada ngada, kurang rasional,” tandasnya. (abd)

Berita Terkait