Soal Terbang Haji dari Kertajati , Asal Koordinasi Lebih Awal, Yakin Terealisasi

Bandara Kertajati Majalengka (BIJB)
Bandara Kertajati Majalengka (BIJB).FOTO: RADARCIREBON.COM

MAJALENGKA-Rencana terbang haji 2020 dari BIJB Kertajati sudah disampaikan pemerintah pusat. Dan, pemerintah daerah, khususnya Majalengka, berharap koordinasi dilakukan segera. Karena, pemberangkatkan jamaah haji bukan pekerjaan gampang. Kalau koordinasi dan persiapan dilakukan jauh-jauh hari, diyakini akan terealisasi.

Wakil Bupati (Wabup) Majalengka Tarsono D Mardiana menyatakan pihaknya siap jemput bola dan menerima instruksi apa saja yang perlu disiapkan dalam mendukung rencana ini. “Sebetulnya untuk info yang terbaru ini, kita belum dapat tembusannya. Tapi kita tidak akan berdiam diri. Kita akan coba koordinasi dulu dengan pemprov,” ujarnya.

Menurutnya, upaya Pemkab Majalengka menyambut terbang haji dari BIJB Kertajati sudah pernah dilakukan ketika muncul rencana dan wacana penerbangan haji tahun 2019 dari Kertajati. Saat itu pihaknya langsung bergerak menata fasilitas yang kemungkinan akan dibutuhkan jamaah haji. Walaupun pada akhirnya rencana tersebut urung dilakukan.

Dikatakan wabup, jika koordinasi dan persiapan digelar jauh-jauh hari, pihaknya optimistis rencana penerbangan haji dari Kertajati dapat terealisasi di musim haji tahun 2020. “Kata kuncinya adalah adanya kesepahaman. Kami di Majalengka jauh-jauh hari sudah menata infrastruktur jalan dari dan menuju ke Bandara Kertajati. Kami siap menyambut ini. Dan kalau semua pihak terkait siap, pasti terealisasi,” tandas wabup.

Terpisah, Serketaris Perusahaan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) Arif Budiman menyambut baik rencana penerbangan haji 2020 dari Kertajati. “Intinya sih kita dari BIJB atau bandara dengan sedang hati menyambut baik rencana pemerintah tersebut. Dan bahwa semua fasilitaas bandara sudah siap untuk digunakan penerbangan umrah maupun haji,” ujarnya, kemarin.

Ia mencontohkan kesiapan teknis yang telah dimiliki Bandara Kertajati. Di antaranya fasilitas runway sudah 3000 meter dan sudah mampu menampung pesawat wide body yang biasa digunakan untuk penerbangan haji. “Minggu lalu juga sudah ada dari Kemenag ke sini (BIJB Kertajati, red). Mereka sudah mengecek langsung kondisi di sini,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali menetapkan secara resmi akan menggunakan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati untuk keberangkatan para jamaah haji pada musim haji 1441H/2020M.

Keputusan ini disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi usai mengadakan pertemuan khusus dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. “Kami sepakat harus memberangkatkan jemaah dari Bandara Kertajati. Hambatan-hambatan pasti ada lah, tapi nanti akan kita pecahkan bersama,” kata Fachrul Razi seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (6/12). Fachrul menambahkan bahwa untuk mempercepat proses penyiapan Bandara Kertajati pihaknya telah memerintahkan jajarannya agar segera membentuk tim kecil. “Kita akan memecahkan hambatan-hambatan yang masih ada secepatnya,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Menhub Budi Karya. Ia  juga sepakat untuk mempercepat proses persiapan penggunaan Bandara Kertajati. “Berkaitan dengan hambatan akan kita selesaikan. Dan yang hebat Pak Menteri Agama sudah menugaskan kepada kita semua, minggu depan sudah mulai kerja untuk menyelesaikan masalah Kertajati ini,” kata Budi

Budi menyebutkan, bahwa pemerintah menargetkan dari 97 kelompok terbang (kloter) yang ada di embarkasi di wilayah Jawa Barat, 20 di antaranya akan diberangkatkan dari Bandara Kertajati. “Kita mengharapkan ada paling tidak sekitar 20 flight minimal. Karena itu tiga kabupaten yang terdekat. Tapi kalau lebih banyak lebih bagus. Tapi minimal 20 flight,” tuturnya. (azs/fin)

Berita Terkait