Soal Tawuran, Pelajar Jl Perjuangan Mengaku Kami Hanya Bertahan

ilustrasi-tawuran
ilustrasi-tawuran

CIREBON-Tawuran pelajar seolah tidak ada habisnya. Yang terbaru terjadi Jumat sore (22/11) di Jl Tuparev. Dua hari sebelumnya, aksi saling serang antara dua kelompok pelajar juga pecah di Jl Perjuangan dan Jl Brigjen Dharsono (By Pass).

Persoalan tawuran yang kian akut ini, seolah tanpa solusi. Pertemuan di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X, sejauh ini terkesan ngambang dan tidak member dampak berarti. Pihak kepolisian juga telah berupaya mencegah, meski petugas kerap kecolongan.

Kericuhan seringkali pecah di Jl Perjuangan dan Jl By Pass Kota Cirebon. Pelajar yang mengaku menunggu angkutan umum di sekitar ruas jalan itu, mengaku hanya sebagai korban. “Kalau tidak diserang, kita tidak mungkin nyerang. Kita hanya bertahan. Masa ketika dilempari mau diam saja,” kata salah seorang pelajar SMK yang namanya enggan disebutkan kepada Radar Cirebon.

Kala itu ia bersama tiga rekan lainnya. Aktivitas saat itu, duduk-duduk di pinggir jalan. Mereka semua enggan menyebut nama. Mereka juga mengaku, tidak pernah merencanakan tawuran. “Karena memang sekolah lain yang suka nyerang ke sini. Kalau kita tidak pernah ada niat,” imbuhnya.

Mereka tidak mengharapkan apapun. Namun mengaku, juga tidak ingin mencari keributan bila tidak ada yang memulai. “Tidak ada asap kalau tidak ada api,” kata teman disebelahnya.

Tawuran memang sering terjadi di Jl Perjuangan. Meski tidak disebutkan sekolahnya, masyarakat pasti tidak asing. Selain melibatkan sekolah, warga setempat juga kerap dibuat geram. Karena ulah para pelajar ini tidak jarang merugikan. “Mobil angkot juga pernah kena lemparan, beruntung kacanya tidak pecah hanya meninggalkan bekas saja,” kata salah seorang warga Agus, usai melerai tawuran antar 2 kubu pelajar.

Agus merasa geram tawuran kerap terjadi. Bukan bermaksud membela satu sama lain, namun ia menyesalkan pelajar yang ngompreng dengan menaiki kendaraan bak terbuka, lalu turun dan menyerang pelajar lain di Jl Perjuangan atau By Pass. “Kalau mau berantem sekalian lah dan jangan pakai batu. Ganggu dan bikin orang waswas kalau seperti itu,” kata dia.

Belum lama ini, menyikapi maraknya aksi tawuran antar pelajar di wilayahnya, Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah X Jawa Barat menggelar rapat pertemuan denga para Waka Kesiswaan sekolah SMK di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Kepala Seksi Pengawasasan KCD Wilayah X Jawa Barat Sri Unaeni menjelaskan, dari pihak sekolah sebenarnya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat suasana nyaman dan menggembirakan saat proses belajar mengajar.

Para pengajar juga telah sudah sering melakukan sosialisasi terkait aksi tawuran dan dampaknya. Semua sekolah pun, juga telah sepakat untuk meningkatkan koordinasi dengan semua stake holder, mulai dari aparat kepolisian Satpol PP, lingkungan masyarakat dan orang tua siswa untuk bersama-sama mengantisipasi masalah yang terjadi.

Berdasar indikasi yang ditemukan, tawuran yang terjadi tidak berawal dari sekolah. Para pelaku tawuran banyak yang membawa senjata tajam dan petasan. Selain itu, jam terjadinya tawuran juga terjadi di pulang sekolah.

Meskipun dari pihak sekolah telah menyiagakan di beberapa titik yang rawan, namun ternyata, tawuran masih saja kerap terjadi. “Ke depan, kita juga akan meningkatkan kerja sama dengan pihak kepolisian dan stake holder terkait. Ini permasalahan bersama,” kata Sri. (ade)

Berita Terkait