Soal PJU, Dishub-PLN Masih Belum Sepakat

Deretan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jl dr Wahidin Sudirohusodo. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Jl dr Wahidin Sudirohusodo. FOTO:DOK.OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Tagihan penerangan jalan umum (PJU) yang dikenakan oleh PLN kepada Pemkot Cirebon dalam hal ini Dishub, masih dilakukan pembahasan. Pembahasan ini selain pada selisih tagihan pada Februari lalu, juga secara keseluruhan penghitungan pada meteran PJU itu sendiri.

Sekretaris Dishub Kota Cirebon Ujianto W Utomo ATD mengatakan, pembahasan belum menghasilkan kesepakatan final. Pasalnya, pihaknya dan PLN masih akan melakukan pemeriksaan meteran yang ada di PJU dan harus cross check lagi ke lapangan.

Pemeriksaan bersama meteran ini dilakukan pada PJU dipinggir jalan, yang menggunakan Jaringan Tenaga Rendah (JTR). Angkanya tidak sampai sebesar yang PLN Klaim, karena ada PJU yang belum memiliki ID pelanggan. “Tadi sudah dilakukan cek ulang di beberapa PJU, tapi hasilnya belum dilaporkan. Jadi Kamis ini akan ada pertemuan lagi dengan PLN,” katanya kepada Radar Cirebon.

Menurut penilaiannya, tagihan PJU yang ditagihkan PLN akan ada revisi, karena dari hasil cross check di lapangan tidak sebesar tagihannya. Sehingga nantinya perbulannya pemkot membayar tagihan PJU lebih rendah dari sebelumnya.

Ujianto menyebutkan, rata-rata perbulan pemkot membayar tagihan PJU senilai Rp800 juta perbulannya. Dengan nanti adanya perubahan perhitungan hasil cross check, bisa saja berkurang dari nilai sebelumnya. Tapi ini belum disepakati, harus dibahas dulu bersama. “Nanti perhitungan tagihan selanjutnya, berdasarkan atas kesepakatan bersama dari cross check terakhir,” tandasnya. (gus)

Berita Terkait