Shalfa Avrila Dicoret karena Tidak Perawan?

shalfa-avrilia-siani-tidak-perawan-1
Ayu Kurniawati, ibu kandung Shalfa Avrila Siani, menunjukkan sejumlah penghargaan yang diperoleh anaknya di rumahnya, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (29/11/2019). ANTARA/Asmaul Chusna

JAKARTA – Atlet Pelatnas, Shalfa Avrilia Siani mengundang perhatian publik. Dikabarkan, atlet senam tersebut dicoret karena tidak perawan.

Pihak keluarga melalui kuasa hukum, Imam Muklas mengungkapkan, atlet asal Kota Kediri, Jawa Timur tersebut dipulangkan dan didiskualifikasi dari pelatnas karena dituduh sudah tidak perawan.

Kemudian pada 13 November keluarga mendapat telepon dari pelatih. Lewat sambungan telepon tengah malam itu, keluarga diminta menjemput Shalfa. Alasannya, atlet peraih 46 medali itu sudah tidak perawat. “Orang tua kaget,” kata Iamam, Jumat (29/11).

Tudingan tidak perawan memukul mental Shalfa. Siswi kelas XII SMA tersebut mengalami tekanan dan sempat tidak masuk sekolah tiga hari. Tak terima dengan tuduhan tersebut, pihak keluarga melakukan visum di RS Bhayangkara. Hasilnya, selaput dara masih utuh.

Hasil tes itu dikirimkan kepada tim pelatih. Yang aneh, Shalfa diminta melakukan tes kedua di RS Gresik. Imam yang diberi kuasa oleh keluarga, merasa hal ini janggal. Ternyata, setelah dicek ke pelatnas, tuduhan itu sebatas asumsi.

Merasa didzalimi, kuasa hukum dan pihak keluarga melayangkan surat ke Presiden RI Joko Widodo, Kemenpora dan KONI. Dalam surat itu, pemerintah diminta menindak tegas oknum pelatih tersebut. Di lain pihak, Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto menyatakan, Persani telah membantah terkait tuduhan tidak perawan yang menjadi penyebab pencoretan.

Dari hasil klarifikasi, disebutkan bahwa Shalfa tidak disiplin dan kurang fokus. Sehingga prestasinya menurun dan telah diputuskan untuk tidak diikutkan di SEA Games. ”Jadi, tidak ada hubungannya dengan masalah, mohon maaf, cek keperawanan,” kata Gatot, seperti dikutip dari Jawa Pos.

Peraturan Presiden Nomor 96 tahun 2017, hal terkait promosi dan degradasi atlet memang sepenuhnya berada di tangan pengurus cabang olahraga.

Jadi soal pencoretan atlet bukan wilayah Kemenpora ataupun KONI. ”Tetapi jika benar bahwa pemulangan atlet itu karena dugaan masalah keperawanan, kami akan melakukan tindakan tegas. Karena ini, selain masalah privasi dan kehormatan seseorang, juga itu tidak ada hubungannya dengan soal prestasi,” kata Gatot. (yud)

Berita Terkait