Sering Nyasar di Laut, Nelayan Dibantu Lampu Suar

Direktur Cirebon Power, Teguh Haryono meninjau fasilitas lampu suar yang berada di Perairan Waruduwur, Rabu (16/10).FOTO:CIREBON POWER FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Nelayan di Desa Waruduwur dan Citemu, seringkali mengalami masalah dengan navigasi saat akan sandar menuju daratan. Tidak adanya penanda, membuat mereka kesulitan menentukan titik tumpu dan alur menuju muara.

Carwita, nelayan Desa Waruduwur mengungkapkan, 50 persen nelayan mengalami masalah ini. Terutama mereka yang melaut di malam hari. “Terutama kalau malam. Itu kan nggak keliatan. Jadi nyasar, ya kalau sudah begitu nunggu pagi,” katanya.

Masalahnya tidak sesederhana itu. Tidak sekadar menunggu pagi. Perahu nelayan di Desa Waruduwur yang berukuran di atas 30 gross ton (GT), sering kesulitan menuju muara di pagi hari. Air laut yang surut, membuat perahu-perahu ini terdampar dan harus menunggu pasang. Sehingga berjam-jam mereka harus menunggu sampai ada pasang laut dan bisa masuk ke daratan. Kebutuhan atas fasilitas penanda tersebut, kini terselesaikan. Cirebon Power membantu pengadaan dua unit suar di Perairan Waruduwur dan Citemu.

Direktur Corporate Affairs Cirebon Power Teguh Haryono mengatakan, bantuan lampu suar ini, merupakan tindak lanjut dari usulan nelayan yang disampaikan pada perusahaan. Nelayan mengaku sering salah arah, ketika hendak pulang menuju daratan. Dengan adanya lampu suar ini, diharapkan nantinya bisa membantu nelayan ketika beraktivitas. “Dengan adanya lampu suar ini, nelayan jadi hemat waktu. Karena tidak harus mutar-mutar cari arah yang tepat,” katanya.

Pembangunan lampu suar tidak membutuhkan waktu yang lama, namun proses untuk menentukan lokasi dan lampu yang tepat, cukup memakan waktu. Lampu yang dipilih menggunakan tenaga surya, sehingga minim perawatan dan biaya.

Untuk saat ini, pihaknya akan melihat terlebih dahulu, sejauh mana manfaat yang dihasilkan dari pembangunan lampu suar ini. Bila memang bermanfaat dan dibutuhkan oleh nelayan, pihaknya akan mencoba untuk memfasilitasi di wilayah lainnya. “Kita lihat dulu, kalau benar bermanfaat, kita akan coba fasilitasi juga di wilayah lainnya,” ujar Teguh.

Hal serupa disampaikan Satoni. Nelayan asal Desa Bandengan ini juga mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan pembangunan lampu suar dari Cirebon Power ini. Menurut Satoni, ketika kapal nelayan terdampar akibat salah arah, kapal nelayan bisa saja tenggelam. Karena saat kapal tidak bisa bergerak, ombak terus menghantam. Sehingga, air laut bisa terus masuk. “Karena pantai kita sangat dangkal,” kata Satoni.

Mewakili nelayan yang ada di Mundu, Satoni mengucapkan terima kasih kepada Cirebon Power atas pembangunan lampu suar tersebut. Satoni mengatakan, ada sekitar 900 kapal dengan 2.500 nelayan, yang berada di Kecamatan Mundu.

Sehingga dengan adanya bantuan lampu suar itu, sangat membantu warga Mundu yang cukup banyak berprofesi sebagai nelayan. “Terima kasih kepada Cirebon Power atas bantuan lampu suar yang diberikan. Semoga bisa memberikan manfaat yang besar bagi para nelayan,” katanya. (yud)

Berita Terkait