Sembilan Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun

Petugas Unit Laka Polres Kuningan menunjukkan kondisi salah satu kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun di Desa Kedungarum yang menyebabkan 15 korban luka berat dan ringan pada Senin malam (15/10).FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Sebanyak sembilan kendaraan terlibat dalam tabrakan beruntun di Jalan Raya Kedungarum, Kecamatan Kuningan, Senin (15/10) malam sekitar pukul 19.45 WIB. Sedikitnya 15 korban terluka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan informasi dihimpun, kecelakaan lalu lintas tersebut diduga disebabkan oleh bus Luragung yang mengalami rem blong. Kondisi jalan yang menurun membuat laju kendaraan bus bernopol E 7735 YA hilang kendali dan menabrak beberapa kendaraan di depannya termasuk dua bangunan rumah warga.

“Diduga kecelakaan terjadi akibat bus Luragung mengalami rem blong saat melintasi jalanan yang menurun kemudian menabrak kendaraan di depannya termasuk yang sedang parkir. Pertama bus menabrak kendaraan jenis sedan kemudian menabrak gerobak dan mendorong dua motor di depannya. Sedan baru terhenti setelah menabrak pohon di bahu jalan,” ungkap Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Sofyan Efendi saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Namun, tubrukan tersebut tidak membuat bus berhenti bahkan kondisi jalan yang menurun menyebabkan bus meluncur dan kembali menyenggol kendaraan mobil Avanza yang tengah terparkir di sebelah kiri jalan. Bus masih terus meluncur kemudian menabrak kendaraan mobil box yang melaju satu arah didepannya. “Mobil boks sampai terlempar ke kiri menabrak pagar tembok warung dan rumah warga. Bus masih meluncur kebawah, dan baru berhenti saat supir membanting setir ke kiri hingga masuk ke lahan kosong,” bebernya.

Akibat tabrakan beruntun tersebut, kata Sofyan, sebanyak sembilan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah dan ringan. Selain itu, ada 15 orang menjadi korban dan mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Total ada 15 warga menjadi korban, dengan tiga diantaranya mengalami luka berat di bagian kaki dan 12 orang mengalami luka ringan. Namun beberapa korban luka ringan sudah ada yang boleh pulang karena lukanya tidak terlalu parah,” ungkap Sofyan.

Sofyan mengatakan, pihaknya masih mencari keberadaan sopir bus Luragung yang kabur setelah kecalakaan tersebut terjadi. Namun demikian, Sofyan memastikan pihaknya sudah mengantongi identitas sopir bus tersebut untuk secepatnya diamankan untuk dimintai keterangan.

“Mungkin sopir bus takut diamuk massa sehingga dia mengamankan diri pulang ke rumahnya. Kita akan jemput sopir ke keluarganya, mungkin karena sopir berusaha menyelamatkan diri. Nanti kalau saksi sudah diperiksa semua, kemudian data-data yang kita perlukan dalam penyidikan ini sudah lengkap, baru tindak lanjut penanganan,” terangnya.

Sofyan mengaku belum dapat memastikan penyebab terjadinya kecelakaan ini. Namun dia  menduga, penyebab utama kecelakaan akibat rem bus tidak berfungsi dengan baik. “Sebab saat tidak ditemukan jejak bekas rem di aspal lokasi kejadian. Titik awal kejadian menabrak mobil hingga terhentinya bus sekitar 250 meter,” pungkasnya.

Adapun kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun adalah bus Luragung Jaya (E 7735 YA), Mazda jenis sedan (E 1803 UCB), Yamaha Vixion (E 6058 YAE), Honda Scopy (E 4864 YAO), Toyota Avanza (E 1502 LF), Mitsubishi jenis Box (E 8726 ZX), Honda Beat (E 6164 YAJ), Honda Revo (E 4369 ZI) dan Honda Scoopy (E 4912 ZI). Sementara tiga korban luka berat yaitu Sundar (22) Warga Kelurahan  Cigadung, Kecamatan Cigugur, mengalami luka patah tulang kaki kanan dan robek bagian kepala.

Kemudian, pemilik warung Siti (60) mengalami luka pada bagian wajah dan pengemudi kendaraan Mitsubishi jenis Boks bernama Erik (34) warga Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, mengalami luka robek bagian leher, ketiganya kini mendapat penangagnan medis RSUD “45 Kuningan. Sementara 13 korban luka ringan selain ada yang dirawat di RSUD ’45 Kuningan, beberapa kini mendapat penanganan RSU Wijaya Kusumah dan beberapa sudah pulang. (fik)

Berita Terkait